Fase Koreksi IHSG Berlanjut, Simak Proyeksi dan Saham Pilihan
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksi mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa.
Pelaku pasar perlu mencermati pergerakan pasar modal yang masih berada dalam fase koreksi.
>>> Terungkap Alasan John Herdman Pantau Timnas Indonesia dari Tribun VIP
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG bergerak dalam fase koreksi.
Meski demikian, peluang penguatan jangka pendek tetap terbuka bagi para investor di pasar.
Area koreksi IHSG diperkirakan berada di kisaran angka 6.074 sampai 6.146.
Indeks juga berpeluang menguji area 6.262 hingga 6.299 jika terjadi penguatan.
Herditya memproyeksikan pergerakan indeks berada di rentang support 6.111, 6.007 dan resistance 6.599, 6.705.
Sejumlah saham turut direkomendasikan dalam riset hariannya meliputi HRTA, INDY, PGEO, dan WIFI.
>>> Sikap Tegas Presiden Suriah Terkait Kerjasama Keamanan dan Israel
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova.
Indeks saham dinilai masih bergerak dalam fase koreksi meski peluang rebound jangka pendek tetap terbuka.
IHSG berpotensi melemah hingga menguji support di level 6.074 sebagai area penopang kuat.
Peluang rebound jangka pendek menuju level 6.335 tetap terbuka di tengah pergerakan pasar.
Ivan memprediksi level support berada di angka 6.146, 6.074, dan 5.971.
>>> Siswi SD Menangis Jadi Korban Bully Teman Sebaya Soal Rumah dan Ayah
Sementara itu, level resistance dipetakan pada angka 6.335, 6.545, 6.688 dan 6.835.
Pilihan saham dari analisisnya mencakup ADMR, ANTM, serta ICBP untuk dicermati investor.
Sebelumnya, IHSG ditutup di level 6.185 pada perdagangan Senin sore.
Indeks saham tercatat melemah 10,64 poin atau minus 0,17 persen dari sesi sebelumnya.
Data RTI Infokom mencatat nilai transaksi investor mencapai Rp12,15 triliun.
Jumlah saham yang diperdagangkan dilaporkan sebanyak 27,75 miliar saham.
>>> Solusi Suntikan Dana Pusat Antisipasi Masalah Gaji ASN Daerah
Sebanyak 307 saham menguat, 341 saham terkoreksi, dan 147 saham stagnan pada penutupan kemarin.
Update Terbaru
Alasan Trump Ngotot Jual Jet F-35 ke Turki Walau Diprotes Israel
Selasa / 28-07-2026, 08:51 WIB
Fakta Sejarah Singkatan Nama Depok Warisan Cornelis Chastelein
Selasa / 28-07-2026, 08:43 WIB
Emma Roberts dan Cody John Resmi Menikah Usai 4 Tahun Pacaran
Selasa / 28-07-2026, 08:43 WIB
Moisturizer Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun dan Rekomendasi Pilihan
Selasa / 28-07-2026, 08:42 WIB
Panduan Lunasi SPayLater Pakai Virtual Account Bank Mandiri
Selasa / 28-07-2026, 08:37 WIB
Cara Praktis Cek NISN Online 2026 Tanpa Harus Datang ke Sekolah
Selasa / 28-07-2026, 08:36 WIB
Pengacara Febrie Adriansyah Buka Suara soal Sutrimo yang Tewas Misterius
Selasa / 28-07-2026, 08:35 WIB
Gebrakan Prabowo Bentuk URI Dikritik Ekonom UI Jadi Universitas Ruwet
Selasa / 28-07-2026, 08:35 WIB
Kinerja Keuangan IOTF Tumbuh Positif Paruh Pertama 2026
Selasa / 28-07-2026, 08:28 WIB
Honda NX500 Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Harga dan Spesifikasinya
Selasa / 28-07-2026, 08:28 WIB
Polemik Kesaksian Jack Smith Berujung Laporan Kehakiman
Selasa / 28-07-2026, 08:22 WIB
Ocean Casino Resort Menghentikan Operasi Setelah Kebakaran Pagi Hari
Selasa / 28-07-2026, 08:22 WIB
Porsche Carrera GT Dimodifikasi Ekstrem Gemballa Mirage GT Dilelang
Selasa / 28-07-2026, 07:56 WIB
Terungkap Alasan John Herdman Pantau Timnas Indonesia dari Tribun VIP
Selasa / 28-07-2026, 07:51 WIB







