PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memperkirakan IHSG masih berada dalam fase pullback pada pekan ini. Sentimen eksternal yang dominan menjadi faktor utama di balik kondisi tersebut.

Equity Analyst IPOT Brigita Kinari menjelaskan, secara teknikal IHSG bergerak menuju area pivot 6.150-6.200.

>>> dr. Siti Zahra Maghfira Anaknya Siapa? Inilah Sosok Alumni Berprestasi Fakultas Kedokteran Unhas, Wafat Saat Menjalani Program Internship di Jakarta, Bukan Orang Sembarangan?

Hal ini terjadi setelah indeks breakdown di bawah dynamic resistance MA5 dan MA60.

Menurut Brigita, pasar saat ini sedang dalam fase konsolidasi. Katalis positif dari domestik belum cukup kuat untuk mendorong penguatan berkelanjutan.

Indikator Stochastic RSI telah memasuki area overbought, menandakan tekanan jual. Namun, MACD masih menunjukkan histogram positif, sehingga peluang penguatan belum tertutup sepenuhnya.

Brigita menambahkan, struktur tren naik jangka pendek tetap terjaga jika IHSG mampu bertahan di atas support 6.111-6.150.

Support kuat berikutnya berada di kisaran 6.000-6.010 yang berdekatan dengan MA20.

Apabila IHSG berhasil menembus resistance 6.340, maka hal itu akan mengonfirmasi kelanjutan penguatan menuju target 6.470-6.700.

>>> Profil dr. Siti Zahra Maghfira, Alumni Berprestasi Fakultas Kedokteran Unhas, Wafat Saat Menjalani Program Internship di Jakarta: Umur, Agama dan IG

Target tersebut sekaligus menutup gap pada area atas.

Di tengah volatilitas, IPOT menilai investor tetap bisa memanfaatkan peluang pada saham berprospek teknikal positif.

Fitur LADI (Live Action Done Indicator) disediakan untuk memantau akumulasi dan distribusi saham secara real-time.

Untuk pekan ini, IPOT merekomendasikan tiga saham pilihan.

Pertama, PT Hartadinata Abadi Tbk (EMAS) dengan rekomendasi buy di area 5.975-6.100, target harga 6.725, dan stop loss di 5.600.

Saham EMAS dinilai memiliki struktur tren solid setelah bertahan di atas EMA5 hingga EMA20. Volume perdagangan di atas rata-rata 20 hari dan indikasi akumulasi smart money turut mendukung.

>>> Apa Penyebab dr. Siti Zahra Maghfira Meninggal Dunia? Inilah Kronologi Alumni Berprestasi Fakultas Kedokteran Unhas, Wafat Saat Menjalani Program Internship di Jakarta

Aksi akumulasi smart money yang konsisten dalam sebulan terakhir menjadi katalis tambahan bagi TAPG. IPOT juga merekomendasikan satu saham lainnya yang tidak disebutkan secara rinci.