Banyak orang mengenal Depok sebagai kota penyangga Jakarta yang padat oleh aktivitas komuter setiap hari.

Di balik pesatnya pembangunan modern tersebut, kota ini menyimpan akar sejarah masa kolonial yang cukup panjang.

>>> Moisturizer Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun dan Rekomendasi Pilihan

Bahkan, nama Depok diyakini berasal dari sebuah akronim yang diciptakan pada era pemerintahan Hindia Belanda.

Wilayah ini dulunya merupakan bagian dari Residensi Ommelanden van Batavia berdasarkan keputusan Gubernur Batavia.

Keputusan administratif kolonial tersebut ditetapkan secara resmi pada tanggal 11 April 1949 yang lalu.

Penamaan wilayah tersebut ternyata diberikan secara khusus oleh seorang pejabat asal negeri Belanda.

Nama Depok merupakan singkatan dari De Eerste Protestantse Organisatie van Kristenen.

Istilah tersebut memiliki arti harfiah sebagai Organisasi Kristen Protestan Pertama di wilayah itu.

Istilah itu merujuk pada komunitas bentukan para mantan budak milik seorang tuan tanah Belanda.

Tuan tanah terkemuka tersebut adalah Cornelis Chastelein yang membebaskan para budaknya dahulu.

Ia juga mewariskan sejumlah lahan perkebunan di wilayah tersebut kepada para bekas budaknya.

Komunitas bentukan mereka kemudian berkembang menjadi cikal bakal dari masyarakat Depok modern.

Cornelis Chastelein sendiri bukan merupakan orang sembarangan pada masa kekuasaan VOC.

Ia meniti karier sebagai pengawas gudang hingga dipercaya menjadi saudagar utama.

Chastelein juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Kota Batavia dengan penghasilan besar.

Pendapatannya pada masa itu mencapai kisaran 200 hingga 350 gulden setiap bulannya.

Dengan penghasilan tersebut, ia membeli berbagai lahan strategis di sekitar kawasan Batavia.

>>> Panduan Lunasi SPayLater Pakai Virtual Account Bank Mandiri

Buku Depok Tempo Doeloe mencatat tanah pertamanya dibeli pada tahun 1693 di Weltevreden.