Penyerang muda Timnas Indonesia, Mitchell Baker, sukses mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola nasional setelah mencetak hattrick ke gawang Kamboja.

Aksi gemilang tersebut terjadi pada ajang Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, pada hari Senin (27/7/2026).

>>> Kasat Narkoba Tangsel Diperiksa Propam Terkait Kasus Etomidate, Kapolres Pastikan Hanya Jadi Saksi

Torehan tiga gol pada laga debut membuat penyerang berusia 19 tahun itu mengikuti jejak sejumlah legenda Timnas Indonesia.

Pemain muda ini kini menambah daftar penyerang tajam Skuad Garuda yang pernah menorehkan tiga gol dalam satu pertandingan Piala AFF.

Sejumlah nama besar yang pernah melakukan hal serupa sebelumnya meliputi Bambang Pamungkas, Zaenal Arief, Ilham Jaya Kesuma, dan Budi Sudarsono.

Prestasi mencetak hattrick dalam satu pertandingan Piala AFF merupakan pencapaian langka yang hanya mampu dilakukan oleh segelintir penyerang.

Bambang Pamungkas dan Zaenal Arief lebih dulu mencatatkan hattrick pada Piala AFF 2002 silam.

>>> Erick Thohir Pastikan Timnas Indonesia Pakai Pesawat Komersial

Dua tahun berselang, giliran Ilham Jaya Kesuma yang mencetak tiga gol dalam satu pertandingan bagi Skuad Garuda.

Budi Sudarsono kemudian meneruskan catatan gemilang tersebut pada ajang Piala AFF 2008.

Kini, Mitchell Baker menjadi nama terbaru yang masuk dalam daftar elite pencetak hattrick Timnas Indonesia.

Tiga gol miliknya tercipta pada menit keenam, ke-12, dan ke-53 dalam pertandingan tersebut.

Kontribusi gol tersebut turut mengantarkan Timnas Indonesia meraih kemenangan telak dengan skor 5-1 atas Kamboja.

>>> Netanyahu Hadapi Tantangan Berat Jelang Pemilu Israel Oktober

Selain Baker, Sandy Walsh dan Jens Raven masing-masing turut menyumbangkan satu gol untuk Skuad Garuda.

Meski langsung menjadi sorotan setelah mencetak hattrick, Mitchell Baker memilih untuk tetap merendah.

Pemain berusia 19 tahun itu menyadari pencapaian tersebut tidak akan terwujud tanpa kerja sama rekan setim serta pelatih.

Ia menyebut momen ini sebagai mimpi yang menjadi kenyataan serta pengalaman yang luar biasa baginya.

Atmosfer Stadion Pakansari yang dipenuhi suporter Timnas Indonesia juga memberikan kesan mendalam.

>>> Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI untuk Fasilitas Medis Nasional

Dukungan suporter yang luar biasa selama 90 menit dinilai sebagai pengalaman terbaik yang pernah ia miliki.