Istilah Londo Ireng kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat setelah disinggung langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Puncak Harlah ke-28 PKB yang digelar pada Kamis (23/7) lalu.

>>> BAIC T1 Resmi Meluncur di Indonesia Bawa Kabin Luas dan Fitur Pintar

Dalam pidatonya, Prabowo menyebutkan bahwa kelompok yang dijuluki sebagai Londo Ireng masih dapat ditemukan hingga saat ini.

Menurutnya, pihak-pihak tersebut kini bersembunyi di balik berbagai identitas baru seperti pengamat, jurnalis, maupun lembaga swadaya masyarakat.

Asal-Usul dan Makna Historis Londo Ireng

Secara harfiah, frasa Londo Ireng dapat diartikan sebagai Belanda hitam dalam penyebutan sehari-hari.

Pada masa kolonial, kata Londo merujuk kepada orang Belanda, sedangkan ireng merupakan bahasa Jawa yang berarti hitam.

Istilah ini secara historis dipakai untuk menyebut tentara sewaan pribumi yang mengabdi pada kepentingan kolonial Hindia Belanda.

>>> Houthi Disebut Ingin Tiru Langkah Iran Blokir Selat Bab Al Mandab

Selain kaum pribumi, tentara bayaran pada masa itu juga ada yang datang dari wilayah Afrika Barat.

Pakar komunikasi politik Universitas Muhammadiyah Malang, Zen Amirudin, memberikan pandangannya terkait penggunaan frasa tersebut.

Menurut Zen, frasa ini berfungsi sebagai metafora politik yang membawa makna psikologis serta historis yang cukup mendalam.

Metafora tersebut dinilai mampu membangkitkan memori kolektif mengenai trauma pengkhianatan yang berasal dari dalam negeri.

>>> Rapor 5 Pemain Terbaik Timnas Indonesia Usai Gilas Kamboja 5-1

Penggunaan istilah ini dalam komunikasi politik membawa konsekuensi tersendiri bagi kelompok masyarakat sipil yang kerap mengkritik pemerintah.

Jurnalis dan aktivis sering kali dicurigai membawa agenda tersembunyi ataupun pendanaan yang berasal dari pihak asing.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko delegitimasi terhadap fungsi pengawasan publik yang dijalankan oleh masyarakat sipil.

Kontrol sosial yang sah dikhawatirkan bisa kehilangan kepercayaan apabila terus-menerus disematkan label pendukung kepentingan luar negeri.

Zen mengingatkan bahwa kedaulatan negara memang wajib dijaga ketat dari berbagai bentuk infiltrasi asing yang mengancam.

>>> IHSG Melemah di Awal Perdagangan, Peluang Rebound Terbuka

Namun, dia menekankan agar setiap suara kritik dari jurnalis maupun LSM tidak langsung disederhanakan sebagai tindakan Londo Ireng.