Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana mengungkap dugaan mengapa orang-orang di sekitar Presiden Prabowo Subianto enggan menyampaikan fakta di lapangan.

Menurut Denny, mereka khawatir Prabowo akan marah jika mengetahui kondisi yang sebenarnya.

>>> Enam Polisi Tangsel Diciduk Bareskrim, Terlibat Narkoba dan Pemerasan

Ia mengingat pengalamannya sendiri pernah dimarahi Prabowo saat masih menjabat Menteri Pertahanan.

"Membacanya jangan sambil marah lho Pak.

Karena saya duga, itulah juga yang menyebabkan orang di sekeliling Bapak tidak berani menyampaikan data dan fakta yang sebenarnya," tulis Denny di akun X pribadinya, dikutip Senin (27/7).

"Ingat, saya pernah dimarahin Bapak, di apartemen Dharmawangsa. Waduh ngeri Pak!

Dimarahin mantan Danjen Kopassus. Apalagi, sekarang sudah jadi Presiden.

Pasti lebih ngeri lagi," imbuhnya.

Dorong Pemecatan Gibran

Pernyataan itu disampaikan Denny dalam surat terbuka kepada Prabowo. Salah satu isinya adalah dukungan agar Presiden memecat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

>>> Motorola Rilis Android 17 Beta untuk Moto Edge 60 Pro, Ukuran File Capai 5GB

Denny menilai terlalu banyak alasan konstitusional yang membuat putra Presiden ke-7 Joko Widodo itu tidak layak menduduki kursi Wapres.

Ia menyebut dugaan tindak pidana korupsi, kejahatan tingkat tinggi, perbuatan tercela, hingga tidak lagi memenuhi syarat sebagai wakil presiden.

Jika Wakil Presiden diberhentikan, Presiden berpeluang menyelamatkan republik dengan menunjuk sosok yang lebih kompeten dan berwibawa.

Sesuai UUD 1945, jika terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden, Presiden wajib mengusulkan dua calon kepada MPR dalam waktu paling lambat 60 hari.

"Ada baiknya, Republik Indonesia mempunyai Wakil Presiden baru sebelum dua tahun masa kepresidenan Bapak pada 20 Oktober 2026.

Mungkin dengan demikian, Republik masih punya harapan," ujarnya.

Namun, Denny juga mengutip pandangan seorang profesor hukum tata negara yang menilai tidak boleh berharap kepada Prabowo.

>>> Ramalan Zodiak Cinta 27 Juli: Aries Tunjukkan Perhatian, Leo Disarankan Introspeksi

"Karena berharap dan percaya kepada Prabowo itu bermakna menyekutukan Tuhan, dan menjadi sirik yang haram hukumnya," tandasnya.