Inisiatif pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk lembaga pendidikan baru memicu perdebatan publik.

Langkah pembentukan Universitas Republik Indonesia mendapat sorotan tajam dari kalangan akademisi.

>>> Roy Suryo Soroti Perubahan Sikap Rismon Sianipar di Kasus Ijazah

Salah satu kritik pedas datang langsung dari ekonom Universitas Indonesia bernama Berly Martawardaya.

Melalui akun media sosial pribadinya, ia melontarkan sindiran keras terhadap kehadiran institusi pendidikan tersebut.

Ekonom tersebut bahkan menjuluki lembaga baru itu sebagai Universitas Ruwet Indonesia.

Sindiran tersebut dilayangkan karena ia mempertanyakan fungsi serta segmentasi utama dari lembaga pendidikan baru itu.

Ia menilai bahwa negara sebenarnya sudah memiliki banyak institusi pendidikan dengan peran yang sangat jelas.

Contoh lembaga yang telah berjalan meliputi Institut Pemerintahan Dalam Negeri untuk mencetak aparat pemerintah awal.

>>> Kisah Putri Estelle Calon Ratu Swedia Berusia 14 Tahun yang Sempat Absen

Selain itu, terdapat pula Lemhannas dan LAN yang berfokus pada pelatihan aparatur sipil negara.

Sejumlah badan usaha milik negara juga telah memiliki perguruan tinggi formal yang memberikan gelar akademik.

Beberapa kampus milik badan usaha tersebut antara lain Telkom University dan Universitas Pertamina.

Ada pula Institut Teknologi PLN serta Universitas Pertahanan yang sudah beroperasi.

Mengingat banyaknya institusi serupa, ia merasa kebingungan mengenai sasaran utama dari lembaga baru ini.

>>> Daftar Powder Foundation yang Cocok Dipakai Pemilik Kulit Kering

Sebelumnya, pemerintah membentuk Universitas Republik Indonesia beserta Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan.

Lembaga tersebut dirancang untuk mengintegrasikan sekolah unggulan hingga pembinaan calon pemimpin.

Gubernur lembaga tersebut dipimpin oleh Marsekal TNI Purnawirawan Donny Ermawan Taufanto.

Pemerintah berencana membangun sepuluh kampus baru di berbagai daerah sebagai bagian dari konsolidasi.

Seluruh mahasiswa yang menempuh pendidikan di sana nantinya akan menggunakan skema beasiswa penuh.

Selain itu, pihak pengelola mengungkapkan bahwa institusi ini juga akan menggandeng tenaga pengajar berkualitas dari dalam maupun luar negeri.

>>> Gaya Unik Kilt Skotlandia di Pernikahan Jonathan Davis Korn

Langkah pengembangan tersebut turut diperkuat dengan menjalin kerja sama strategis bersama sejumlah universitas internasional guna meningkatkan mutu pendidikan.