Fenomena Mall di Surabaya Pasang Pagar Tinggi Dikaji Pakar Arsitektur
Kemunculan pagar besi di kawasan luar sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya kini menjadi perbincangan publik.
Pemasangan pembatas fisik tersebut umumnya bertujuan untuk menjaga keamanan serta mengatur alur kunjungan.
>>> Mitchell Baker Cetak Hattrick Gemilang di Laga Debut Bersama Skuad Garuda
Dosen Arsitektur Universitas Kristen Petra, Rully Damayanti, memberikan pandangannya terkait fenomena itu.
Menurutnya, perancangan elemen luar seperti pagar idealnya memperhatikan keselarasan visual dengan bangunan utama.
Kesatuan desain diperlukan agar elemen pembatas tidak tampak terpisah dari proporsi keseluruhan gedung.
Rully menjelaskan bahwa fungsi pagar tidak hanya berdampak pada estetika, tetapi juga pada impresi ruang.
Pagar yang dirancang terlalu tinggi dapat membatasi pandangan visual warga.
Kondisi tersebut juga dapat memberikan kesan bangunan yang cenderung eksklusif.
>>> Mitchell Baker Ungkap Sosok Penting Dibalik Hattrick Debut Timnas
Padahal, pusat perbelanjaan memiliki fungsi sosial sebagai ruang yang diakses oleh masyarakat umum.
Pendekatan desain yang berfokus pada pembatasan dan keamanan ketat ini dikenal sebagai arsitektur defensif.
Strategi tersebut bertujuan mencegah terjadinya kejahatan, vandalisme, serta tindakan yang merusak fasilitas.
Arsitektur defensif dapat diwujudkan melalui elemen seperti pagar, dinding, lansekap, hingga pencahayaan.
Implementasinya bisa berupa pagar tinggi dengan bilah horizontal atau ujung tajam untuk menghambat intrusi.
>>> Paolo Maldini dan Leonardo Mundur dari FIGC Setelah 16 Hari
Selain itu, strategi defensif juga dapat diterapkan melalui penataan elemen ruang terhadap bangunan utama.
Sebagai alternatif, Rully mengenalkan konsep soft border atau pembatas halus.
Konsep ini memanfaatkan elemen yang lebih ramah seperti pagar tanaman atau struktur transparan.
Pilihan pagar dengan batas ketinggian terukur sekitar 80 cm tetap dapat memenuhi fungsi pembatas area.
Dengan demikian, fungsi keamanan tetap berjalan tanpa memutus koneksi visual warga.
Dalam konteks sejarah, strategi pertahanan bangunan bahkan kerap memanfaatkan parit berair untuk meningkatkan fungsi perlindungannya.
Meski demikian, pemanfaatan pembatas yang lebih ramah lingkungan tetap menjadi alternatif menarik bagi tata ruang kota.
Update Terbaru
Panduan Praktis Cek Saldo JMO untuk Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Selasa / 28-07-2026, 11:33 WIB
Rangkuman Informatika Kelas 8 Mengenai Berpikir Komputasional
Selasa / 28-07-2026, 11:33 WIB
Menilik kesiapan SPKLU truk listrik pertama di tol Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 11:32 WIB
UNDIP Bersama BRIN Kembangkan Riset Satelit Demi Kemandirian Bangsa
Selasa / 28-07-2026, 11:29 WIB
Kisah Pilu Istri Satpam Bendungan Jatiluhur yang Tewas Terborgol: Obrolan Terakhir dan Janji WiFi yang Tak Sempat Terbayar
Selasa / 28-07-2026, 11:25 WIB
Tyler Lepley dan Miracle Watts Resmi Menikah di Resor Mewah Meksiko
Selasa / 28-07-2026, 11:22 WIB
Heboh Sebut Pengguna X 'Toxic' hingga Dituduh Scammer, Ini Klarifikasi Tegas Endang Yustika!
Selasa / 28-07-2026, 11:21 WIB
JHX Hoops Taklukkan AfterShocks 64-59 dalam Laga Penuh Kartu Merah
Selasa / 28-07-2026, 11:21 WIB
Dapatkan Skin Eksklusif Free Fire Lewat Top Up Juli 2026
Selasa / 28-07-2026, 11:08 WIB
Meneliti Profil Serta Kekuatan Mematikan Beelzebub di Ragnarok
Selasa / 28-07-2026, 11:01 WIB
Pilihan Visi Misi OSIS yang Kreatif dan Menarik untuk Calon Ketua
Selasa / 28-07-2026, 10:58 WIB







