Menilik kesiapan SPKLU truk listrik pertama di tol Indonesia
Infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik umum di Indonesia tidak lama lagi akan diperluas untuk kendaraan komersial berat.
Pemerintah mulai menyiapkan lokasi prototipe strategis untuk menghadirkan fasilitas pengisian khusus truk.
>>> UNDIP Bersama BRIN Kembangkan Riset Satelit Demi Kemandirian Bangsa
Lokasi perdana proyek uji coba ini rencananya ditempatkan pada area istirahat Kilometer 88 Jalan Tol Cipularang.
Kehadiran stasiun pengisian ini diharapkan mampu mendorong para pelaku industri agar lebih percaya diri beralih menggunakan armada komersial ramah lingkungan.
Perbedaan Teknologi Pengisian Daya Truk dan Mobil
Banyak pihak penasaran mengenai perbedaan mendasar antara stasiun pengisian truk listrik dan fasilitas pengisian untuk mobil penumpang biasa.
Secara teknologi, tidak terdapat perbedaan yang drastis antara fasilitas pengisian daya kedua jenis kendaraan tersebut.
Faktor utama yang membedakan terletak pada besaran kapasitas daya listrik serta ketersediaan ruang gerak untuk manuver kendaraan berukuran besar.
Pengembangan stasiun pengisian khusus truk ini merupakan bagian penting dari strategi dekarbonisasi transportasi nasional.
Program tersebut berjalan melalui pengembangan koridor logistik hijau guna mencapai sistem transportasi yang lebih efisien serta berkelanjutan.
Ekosistem kendaraan komersial berbasis tenaga listrik di dalam negeri sendiri kini terpantau mulai menunjukkan perkembangan yang positif.
Salah satu contohnya adalah kehadiran truk listrik Mitsubishi Fuso eCanter yang sudah tercatat beroperasi secara legal di jalan raya.
Pabrik perakitan kendaraan komersial listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang juga menetapkan target produksi yang cukup ambisius.
Perusahaan tersebut bahkan telah mulai menerima berbagai pesanan kendaraan listrik, termasuk dari kalangan badan usaha milik negara.
Fasilitas produksi milik PT VKTR Sakti Industries di Tempuran tersebut menargetkan pencapaian produksi hingga seribu unit pada tahun 2026 mendatang.
Pimpinan perusahaan tersebut memaparkan bahwa fasilitas pabriknya sejauh ini telah merakit sekitar seratus dua puluh unit bus serta sekitar dua puluh unit armada truk.
Perkembangan pabrik domestik ini memperkuat ekosistem kendaraan niaga listrik sehingga transisi menuju sektor logistik yang lebih hijau di Indonesia semakin menunjukkan progres nyata.
Update Terbaru
Momen Harmonis Prabowo Duduk Sebelah Jokowi di Resepsi Putra Boy Thohir, Deretan Tokoh Besar Turut Hadir!
Selasa / 28-07-2026, 12:31 WIB
Siapa Anak dan Istri Keigo Higashino? Penulis Novel Ternama Jepang yang Meninggal Dunia, Bukan Orang Sembarangan?
Selasa / 28-07-2026, 12:30 WIB
Sikapi Putusan MK Soal Sisa Kuota, Indosat Mulai Lakukan Kajian
Selasa / 28-07-2026, 12:28 WIB
Kemenhub Pulangkan Dua WNI Awak Kapal MT Belma Korban Konflik Timur Tengah
Selasa / 28-07-2026, 12:28 WIB
Profil Keigo Higashino Penulis Novel Ternama Jepang yang Meninggal Dunia: Umur, Agama dan Akun IG
Selasa / 28-07-2026, 12:26 WIB
Honda NX500 Tiba di Indonesia Tawarkan Konsep Crossover dan Fitur RoadSync
Selasa / 28-07-2026, 12:21 WIB
Komitmen Karbon Biru, Livin' Bank Mandiri Tanam Ribuan Batang Mangrove
Selasa / 28-07-2026, 12:21 WIB
Penegasan WNI di Bitung Warnai Tangis Haru Warga Keturunan Filipina
Selasa / 28-07-2026, 12:21 WIB
Timnas Indonesia Jumpa Timor Leste di Piala AFF 2026 Usai Bantai Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 12:14 WIB
Postbiotik Bikin Usus Sehat, Kenali Perbedaannya dengan Probiotik
Selasa / 28-07-2026, 12:14 WIB
Qualcomm Ikuti Jejak TSMC Naikkan Harga Chip Dua Digit Mulai September 2026
Selasa / 28-07-2026, 12:14 WIB
Panduan Praktis Cek Saldo JMO untuk Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Selasa / 28-07-2026, 12:13 WIB







