Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Sumarna (40), seorang petugas keamanan (satpam) di Bendungan Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Kehidupannya berakhir secara tragis dan misterius setelah jasadnya ditemukan mengambang di area tanggul Ubrug, Bendungan Jatiluhur, pada Jumat, 24 Juli 2026. Kondisi jenazah yang ditemukan dengan tangan terborgol di belakang punggung seketika memicu gelombang duka sekaligus tanda tanya besar di tengah masyarakat.
 
Di balik penyelidikan polisi yang masih terus bergulir, terdapat kisah manusiawi yang mengiris hati. Sang istri, yang menjadi saksi terakhir kehangatan rumah tangga mereka, membuka suara mengenai percakapan terakhir yang kini kenangannya terasa begitu menyayat. Obrolan ringan tentang rapat desa dan janji manis untuk membayarkan koneksi internet keluarga, mendadak berubah menjadi kenangan abadi yang tak akan pernah bisa ditagih kembali.
 

Detik-Detik Terakhir dan Kebiasaan yang Berbeda

Dalam unggahan yang dibagikan melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada 27 Juli 2026, sang istri mengenang momen-momen terakhir sebelum Sumarna berangkat bertugas. Ada yang berbeda dari sikap sang suami pada hari nahas tersebut. Sumarna terlihat lebih lelah dari biasanya, dan waktu keberangkatannya pun sedikit terlambat dibandingkan rutinitas harian yang biasa ia jalani.
 
"Keluhannya cuma kelihatannya itu capek gitu. Berangkatnya juga agak kemalaman, tidak seperti biasanya," ujar sang istri dengan nada suara yang masih tersisa getar kesedihan.
 
Momen sebelum berangkat pun tergambar begitu sederhana namun penuh makna. Sumarna sempat berbaring sambil memainkan ponselnya, menikmati waktu rehat sejenak di rumah sebelum kembali mengemban tanggung jawabnya menjaga keamanan bendungan dan lingkungan sekitarnya. Kelelahan itu kini disadari sebagai tanda terakhir yang luput dari perhatian, meninggalkan penyesalan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
 

Update Terbaru