Istilah probiotik dan prebiotik sudah sangat familiar dalam pembahasan seputar kesehatan pencernaan manusia.

Namun kini terdapat satu istilah baru bernama postbiotik yang juga memegang peran penting bagi tubuh.

>>> Panduan Praktis Cek Saldo JMO untuk Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Perbedaan Mendasar Postbiotik, Probiotik, dan Prebiotik

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang terdapat di dalam berbagai makanan fermentasi seperti yogurt dan kefir.

Kandungan tersebut berfungsi menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam saluran pencernaan manusia.

Sementara itu, prebiotik bertindak sebagai makanan bagi probiotik yang berasal dari makanan tinggi serat.

Adapun postbiotik merupakan hasil sampingan atau sisa akhir yang terbentuk setelah prebiotik dan probiotik dicerna.

Senyawa ini tidak mengandung bakteri hidup sehingga jauh lebih stabil di dalam tubuh.

Beragam Manfaat Postbiotik untuk Tubuh

Postbiotik mengandung berbagai zat bermanfaat seperti asam lemak rantai pendek, vitamin, serta peptida antimikroba.

>>> Mitchell Baker Anak Siapa? Inilah Biodata Pemain Timnas Indonesia yang Cetak Hat-trick Perdana di Piala AFF 2026, Bukan Orang Sembarangan?

Kandungan butirat di dalamnya dapat merangsang produksi sel imun di usus untuk mengatur respons kekebalan tubuh.

Selain itu, senyawa tersebut terbukti membantu mencegah serta mengatasi masalah diare pada anak-anak.

Postbiotik juga memperkuat lapisan pelindung usus agar toksin serta bakteri jahat tidak mudah masuk.

Adanya sifat antioksidan di dalam postbiotik turut melindungi tubuh dari paparan stres oksidatif sehari-hari.

Meski umumnya aman, kelompok dengan daya tahan tubuh lemah disarankan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Menurut Harvard Health Publishing, probiotik bisa ditemukan dalam makanan seperti kimchi dan produk fermentasi lainnya untuk menjaga pencernaan tetap optimal.