Klaim bahwa mengonsumsi 30 jenis tanaman berbeda setiap minggu dapat meningkatkan kesehatan mikrobioma usus mulai dipertanyakan oleh para ilmuwan.

Konsep ini berasal dari studi tahun 2018 yang melibatkan lebih dari 10.000 partisipan di AS, Inggris, dan Australia.

>>> Simba Sereal Edukasi Sarapan Sehat Lewat Kampanye Terbaru

Studi tersebut menemukan bahwa mereka yang makan lebih dari 30 tanaman per minggu cenderung memiliki mikrobioma usus yang lebih beragam.

Namun, para ahli memperingatkan bahwa angka 30 tidak boleh dianggap sebagai ambang kesehatan yang ajaib. Perbedaan antara 25 dan 30 tanaman kemungkinan tidak signifikan seperti yang dipasarkan.

"Angka 30 cukup arbitrer," kata Prof Daniel M Davis, kepala ilmu kehidupan di Imperial College London dan penulis buku Immune Health: A Myth-Busting Guide.

"Peneliti tidak membandingkan 10, 20, 30, dan 35 tanaman lalu menemukan titik batas yang jelas."

>>> Kode Sakura Stand Juli 2026 Terbaru, Segera Redeem!

Studi tersebut juga belum membuktikan bahwa makan 30 tanaman per minggu secara langsung meningkatkan kesehatan manusia secara keseluruhan.

Meskipun mikrobioma yang beragam sering dikaitkan dengan risiko penyakit yang lebih rendah, para peneliti masih belum bisa mendefinisikan komposisi mikrobioma yang sehat.

"Orang yang makan lebih dari 30 tanaman per minggu mungkin melakukan banyak hal lain secara berbeda," ujar Davis.

Faktor seperti olahraga, kualitas tidur, dan tingkat stres juga memengaruhi mikrobioma, sehingga sulit memisahkan pengaruh diet saja.

>>> 15 Film Tayang di Netflix Juli 2026, dari Enola Holmes hingga Aksi Thriller

Konsumen disarankan waspada terhadap pihak yang menggunakan pesan 30 tanaman untuk meraup keuntungan melalui suplemen mahal yang menjanjikan target tersebut tanpa bukti independen yang memadai.