Probiotik menjadi sorotan para ahli sebagai kunci kesehatan usus yang mungkin terabaikan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan probiotik sebagai mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah cukup.

in1

>>> Festival Kuliner Malam di Pecinan Glodok Jakbar Diserbu Pengunjung

Usus manusia dihuni oleh triliunan mikroorganisme, termasuk virus, jamur, dan bakteri. Keseimbangan flora usus ini sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan.

Namun, gaya hidup modern seperti makanan olahan, antibiotik, polusi, dan stres dapat mengganggu keseimbangan tersebut. Ketidakseimbangan ini dikaitkan dengan berbagai kondisi seperti obesitas, diabetes, depresi, dan kanker.

Apa Kata Penelitian?

Probiotik berbeda dengan prebiotik.

Prebiotik adalah serat yang memberi makan bakteri baik, sedangkan probiotik adalah organisme hidup yang langsung dimasukkan ke dalam tubuh.

Penelitian telah menguji probiotik untuk berbagai kondisi, termasuk sindrom iritasi usus, sembelit, diare akibat kemoterapi, dan manajemen berat badan.

Studi tahun 2024 yang dipimpin Fei Ding menganalisis 17 uji coba dengan 1.256 subjek. Hasilnya, suplementasi probiotik meningkatkan konsistensi dan frekuensi tinja serta gejala tertentu pada pasien.

Meta-analisis tahun 2025 oleh Qingfang Zeng menunjukkan bahwa suplementasi probiotik dapat membantu meredakan keluhan gastrointestinal. Namun, kesimpulannya masih hati-hati.

>>> IPOT Edukasi Investasi dan AI di Kapolda Jateng Cup 2026

Dalam perawatan kanker, meta-analisis tahun 2025 oleh Zaheer Qureshi menemukan bahwa probiotik mengurangi kejadian diare akibat kemoterapi. Ini menjadi cara yang menjanjikan untuk meningkatkan kenyamanan pasien.

Efektivitas probiotik tergantung pada jenis bakteri yang digunakan. Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium breve dikaitkan dengan pengurangan kembung dan keteraturan usus.

Sementara Lactobacillus rhamnosus dan Bifidobacterium lactis membantu membatasi pertumbuhan mikroorganisme yang tidak diinginkan.

Dosis dan Sumber Alami

Dosis juga penting. WHO menyatakan produk komersial biasanya mengandung 1 hingga 10 miliar CFU per dosis.

Beberapa manfaat terlihat pada tingkat ini, tetapi efek lain mungkin memerlukan dosis lebih tinggi.

WHO juga mencatat bahwa tidak mungkin menetapkan dosis umum untuk semua probiotik. Setiap jenis perlu didukung oleh penelitian klinis.

Selain suplemen, konsumsi makanan fermentasi seperti yogurt, kefir, sauerkraut, miso, atau kombucha dianjurkan. Makanan ini merupakan sumber probiotik alami yang beragam.

>>> Kesalahan Memotong Rumput Terlalu Pendek di Musim Semi yang Bisa Merusak Taman Musim Panas Anda

Konsultasi dengan profesional kesehatan disarankan sebelum menambahkan suplemen probiotik, tergantung kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing.