Mumi Ötzi, yang ditemukan di Pegunungan Alpen pada tahun 1991, terus mengungkap kejutan baru. Terbaru, para ilmuwan berhasil menghidupkan kembali ragi kuno dari tubuhnya.

Studi yang diterbitkan di jurnal Microbiome ini mengungkap bahwa ragi tersebut berasal dari genus Glaciozyma, Mrakia, Phenoliferia, dan Goffeauzyma.

in1

>>> Bittime: Revisi UU PPSK Perkuat Ekosistem Industri Kripto RI

Ragi-ragi ini adalah mikroorganisme yang menyukai dingin dan unik di lingkungan es.

Tim peneliti dari Eurac Research di Bolzano tidak hanya menghidupkan ragi tersebut, tetapi juga mengujinya untuk membuat adonan roti.

Hasilnya, roti yang dihasilkan dinilai sangat enak.

Menurut penulis utama studi, Mohamed Sarhan, ragi ini bahkan berpotensi digunakan dalam fermentasi makanan seperti roti dan bir di masa depan.

>>> BNPB: Hari Tanpa Hujan Picu Kekeringan di Pasuruan, 211 KK Terdampak

Mikrobioma Ötzi yang Dinamis

Penelitian ini juga mengungkap bahwa beberapa sel ragi Ötzi masih aktif dan bahkan membelah diri dalam beberapa dekade terakhir.

Hal ini menunjukkan bahwa mumi tidak sepenuhnya inert.

Salah satu contohnya adalah ragi Glaciozyma yang populasinya meningkat drastis antara tahun 2010 dan 2019. Ini menandakan adanya aktivitas biologis yang berkelanjutan.

Para peneliti percaya bahwa mumi lain yang diawetkan di permafrost Siberia, Alaska, atau Andes mungkin juga menyimpan mikroorganisme serupa.

>>> Universitas Surabaya dan Institut Perbanas Jakarta Juarai Basket Campus League 2026

Studi ini membuka wawasan baru bahwa sisa-sisa manusia purba adalah ekosistem dinamis yang masih hidup.