Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan fenomena hari tanpa hujan menjadi penyebab bencana kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah kawasan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa kekeringan meteorologis ini terjadi di tengah kondisi sejumlah wilayah lain yang masih dilanda banjir.

in1

>>> Universitas Surabaya dan Institut Perbanas Jakarta Juarai Basket Campus League 2026

"Meskipun banjir saat ini melanda sejumlah wilayah, fenomena hari tanpa hujan yang memicu kekeringan juga dilaporkan melanda beberapa tempat, salah satu yang terbaru teridentifikasi di wilayah Kabupaten Pasuruan," kata Abdul.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, krisis pasokan air bersih secara resmi terjadi pada Kamis (18/6) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

Pusdalops BNPB mengonfirmasi titik kekeringan terkonsentrasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan.

>>> Kualitas Tidur Menurun Saat Menopause Dapat Diatasi dengan Kebiasaan Tepat

Populasi masyarakat yang terdampak langsung akibat penurunan debit sumber air di wilayah hilir Pasuruan mencapai sedikitnya 211 kepala keluarga (KK).

Menanggapi kedaruratan tersebut, tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Pasuruan bersama jajaran terkait telah mendistribusikan pasokan air bersih menggunakan armada truk tangki secara berkala kepada warga di pos penampungan.

>>> Calon Murid Baru DKI Jakarta Wajib Lapor Diri Secara Daring

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di kawasan rawan untuk mengoptimalkan manajemen sumber daya air serta mematangkan langkah mitigasi guna mengantisipasi perluasan dampak kekeringan hingga puncak kemarau yang diperkirakan pada Agustus.