Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi mengambil alih komando penanganan bencana gempa bumi di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Kepala BNPB Suharyanto menyatakan bahwa Bupati Sigi telah menetapkan status tanggap darurat, sehingga pemerintah pusat melalui BNPB memimpin dan membantu semaksimal mungkin.

in1

>>> Kemendiktisaintek Biayai Studi Doktor 1.269 Dosen Lewat Beasiswa PPDTI

Saat ini BNPB masih menunggu data kerusakan rumah warga dari pemerintah Kabupaten Sigi.

Untuk rumah rusak berat, telah disepakati akan dibangun hunian sementara (huntara). Bagi warga yang tidak ingin masuk huntara, ditawarkan dana tunggu hunian.

Suharyanto menuturkan bahwa sebagian besar masyarakat terdampak sudah terpenuhi kebutuhan logistik dasarnya. Pemerintah daerah dinilai bergerak cepat, dan pemerintah pusat akan mempertebal penanganan bencana di Kabupaten Sigi.

Dalam dialog dengan masyarakat, tidak ada keluhan soal kebutuhan dasar. Warga justru menanyakan kebutuhan sekunder seperti tempat ibadah.

>>> Gunakan Browser Ini untuk Dapatkan Akses VPN Gratis

Oleh karena itu, BNPB segera membangun gereja sementara di Nokilalaki mulai Minggu (21/6) dengan bangunan semi permanen.

Pembangunan juga mencakup masjid dengan atap seng, dinding GRC, dan lantai semen.

Berdasarkan data per 19 Juni, jumlah masyarakat terdampak mencapai 2.585 Kepala Keluarga (KK) atau 7.821 jiwa di Kabupaten Sigi.

Sebanyak 2.137 unit rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 1.917 unit rusak ringan, 147 unit rusak sedang, dan 73 unit rusak berat, tersebar di 39 desa.

>>> Jakarta Fair 2026 Hadirkan 2.800 Peserta dan Dorong Bisnis Jastip

Gempa bumi tektonik magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulteng, pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB, menurut laporan BMKG.