Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 kembali digelar di JIExpo Kemayoran mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026.

Pameran terbesar di Indonesia ini menghadirkan 2.800 peserta dan 1.800 stan dari berbagai sektor, seperti otomotif, fesyen, dan elektronik.

in1

>>> The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan pada Kisaran 3,50 Persen

Selain menjadi pusat perhatian masyarakat, ajang ini juga menggerakkan roda ekonomi, terutama sektor UMKM dan bisnis jasa titip (jastip).

Lonjakan pengunjung membuka peluang usaha baru di sekitar area pameran.

Edde, seorang pelaku jastip yang baru pertama kali berjualan di PRJ, mengaku antusiasme konsumen tinggi. "Alhamdulillah ramai.

Ini pertama kali aku ikut jastipan PRJ. Dan alhamdulillah ramai," ungkapnya.

Menurut Edde, sebagian besar pelanggan menggunakan jasa titip karena keterbatasan waktu untuk datang langsung. Alasan lainnya adalah keinginan mendapatkan produk diskon tanpa harus mengantre di lokasi.

Produk dengan desain unik serta paket penawaran yang dilengkapi bonus tambahan menjadi barang paling diminati. "Mereka pada suka yang lucu-lucu.

>>> Asus Luncurkan Zephyrus Duo 2026, Laptop Gaming Layar Ganda di Indonesia

Kalau di aku paling banyak yang bonus koper gitu. Oatside sama Wow spageti," tuturnya.

Tantangan dan Margin Keuntungan Bisnis Jastip

Meskipun potensinya besar, bisnis jastip di Jakarta Fair memerlukan strategi volume penjualan tinggi. Edde menyebut persaingan ketat membuat margin keuntungan per barang terbatas.

"Cuan sih iya besar banget sih so so ya. Karena ambil margin di PRJ nggak bisa besar-besar banget.

Saingannya banyak. Jadi kalo mau cuan besar ya kuantitinya musti banyak juga," ucapnya.

Selain produk makanan dan minuman, pengunjung juga memburu barang kebutuhan rumah tangga, perlengkapan perjalanan, hingga produk gaya hidup.

>>> Brawijaya Hospital Luncurkan Pusat Terapi Regeneratif Stem Cell

Jakarta Fair menetapkan harga tiket masuk mulai dari Rp40 ribu hingga Rp60 ribu.