Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan Amerika Serikat pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen.

Keputusan ini diambil dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Kamis (18/6/2026) demi mengendalikan inflasi yang masih berada di atas target.

in1

>>> Asus Luncurkan Zephyrus Duo 2026, Laptop Gaming Layar Ganda di Indonesia

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menyatakan bahwa tekanan harga yang tinggi terus membebani konsumsi masyarakat. Namun, ia optimistis komite memiliki pandangan yang jelas untuk mencapai stabilitas harga.

"Harga yang terus tinggi menjadi beban bagi rakyat Amerika. Namun, masa lalu tidak harus menjadi penentu masa depan.

Saya dengan senang hati melaporkan bahwa anggota FOMC memiliki pandangan yang jelas dan bulat. Komite ini akan mewujudkan stabilitas harga," ujar Warsh.

The Fed mengakui bahwa inflasi telah melampaui target 2 persen selama lebih dari lima tahun. Hal ini menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan suku bunga terbaru.

Proyeksi ekonomi AS menunjukkan Produk Domestik Bruto riil diperkirakan tumbuh 2,2 persen tahun ini dan 2,3 persen tahun depan.

>>> Brawijaya Hospital Luncurkan Pusat Terapi Regeneratif Stem Cell

Sementara itu, inflasi PCE diproyeksikan mencapai 3,6 persen sebelum melandai ke 2,3 persen.

Data CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas pasar terhadap keputusan menahan suku bunga kali ini mencapai 99 persen.

Kepala Ekonom AS Barclays Marc Giannoni menyoroti langkah awal kepemimpinan baru di bank sentral. Ia memperkirakan Warsh akan berupaya meminimalkan kejutan dan gangguan pasar saat membangun kredibilitas.

Wakil Kepala Ekonom BMO Michael Gregory menilai pertemuan Juni menjadi awal perubahan yang bersifat evolusioner, bukan revolusioner.

Ekonom Senior Bank of America Aditya Bhave berpendapat bahwa Warsh dapat melemahkan peran dot plot tanpa mengecewakan anggota komite lainnya.

>>> Jadwal Puasa Sunah Dzulqa'dah 2026: Senin Kamis dan Ayyamul Bidh Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Dalam konferensi pers pertamanya, Warsh memilih untuk tidak mempublikasikan proyeksi ekonomi pribadinya, meskipun ringkasan proyeksi ekonomi dari komite tetap diterbitkan.