Indonesia dan Korea Selatan terus memperkuat kerja sama di bidang transformasi digital sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kemitraan ini berfokus pada penerapan konsep Smart Factory yang mengintegrasikan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses produksi.

in1

>>> Kuasa Hukum: Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam Kondisi Sehat

Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas, efisiensi, serta daya saing pelaku usaha nasional.

Sinergi tersebut kembali diperkuat dalam Seminar Kerja Sama Perusahaan Smart Factory Korea-Indonesia ke-1 Tahun 2026 yang digelar di Kampus BINUS Alam Sutera pada Kamis (18/6/2026).

Acara yang diinisiasi oleh Asosiasi INNOBIZ Korea Selatan ini membagikan capaian program Official Development Assistance (ODA) sejak 2023.

Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Hijau, Kerja Sama dan Pembiayaan Luar Negeri, Triana Krisandini Tanjung, menegaskan bahwa transformasi digital merupakan strategi menyeluruh untuk memperkuat daya saing bisnis.

"Sejalan dengan semangat 'Menata Data, Menghilangkan Waste, Membangun Smart Factory', transformasi digital harus dipahami sebagai strategi menyeluruh untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan bisnis UMKM Indonesia," ujarnya di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Penerapan Smart Factory dan Manfaatnya

Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai manajemen berbasis data, integrasi Lean Management, serta studi kasus keberhasilan sistem.

Sejumlah penerima manfaat seperti PT Ganesha Abaditama, KBPS Susu Pengalengan, dan PT Adyawinsa Electrical and Power turut berbagi pengalaman.

>>> Portronics Aero 10: Power Bank 10.000mAh dengan Kabel Type-C Bawaan

Digital Transformation Headquarter INNOBIZ, Kang Jang Hyung, menyebutkan bahwa program kemitraan ini telah mengumpulkan berbagai pengalaman berharga selama empat tahun terakhir.

"Seminar ini merupakan kesempatan yang bermakna untuk berbagi capaian dan pengalaman dari proyek ODA Smart Factory yang telah dijalankan selama empat tahun terakhir," katanya.

Ke depan, pihaknya akan terus memperluas pertukaran teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kerja sama antar pelaku usaha antara Korea dan Indonesia dengan berpusat pada Smart Factory Training Center.

Saat ini, Asosiasi INNOBIZ menggandeng Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, dan Universitas BINUS untuk mengoperasikan pusat pelatihan tersebut.

Kolaborasi ini bertujuan mengembangkan tenaga profesional serta mengoptimalkan proses manufaktur perusahaan.

Sepanjang tahun 2026, asosiasi juga menggulirkan program peningkatan proses manufaktur berbasis Smart Factory yang menyasar 12 perusahaan manufaktur di Indonesia.

>>> OJK Setujui Dua Perusahaan Pergadaian Daerah Ekspansi ke Tingkat Nasional

Program ini ditargetkan dapat mempercepat transformasi digital industri nasional agar lebih kompetitif di pasar global.