Federasi Sepak Bola Iran berencana mengajukan keberatan resmi kepada FIFA terkait sejumlah pembatasan yang dinilai mengganggu persiapan tim nasional di Piala Dunia 2026.

Protes ini mencakup masalah administrasi dan pengaturan logistik perjalanan skuad. Seorang pejabat Timnas Iran menyatakan bahwa aduan resmi akan disampaikan melalui mekanisme yang berlaku.

in1

>>> Prabowo Beri Dukungan Penuh untuk Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030

Kebijakan tersebut dianggap mencederai asas keadilan bagi setiap peserta kejuaraan.

"Kami menilai pembatasan ini tidak sejalan dengan prinsip kesempatan yang sama bagi semua tim peserta dan berpotensi memengaruhi persiapan tim," ujar pejabat tersebut dalam pernyataan resmi.

Kendala Visa dan Jadwal Perjalanan

Salah satu poin keberatan utama adalah keputusan pemerintah Amerika Serikat yang tidak menerbitkan visa untuk beberapa staf pendukung tim nasional.

Ketiadaan dokumen tersebut mengakibatkan sejumlah personel tidak dapat mendampingi skuad secara langsung selama kompetisi.

>>> Wagub: Karnaval Budaya Pesparawi Nasional Cermin Keberagaman Bangsa

Selain kendala visa, pihak Iran juga mengkritik jadwal perjalanan yang mengharuskan tim mendarat di Los Angeles hanya satu hari sebelum laga dimulai.

Ketentuan waktu kedatangan ini dinilai tidak ideal karena biasanya tim nasional tiba dua hari lebih awal demi mematangkan adaptasi dan persiapan fisik.

Federasi Sepak Bola Iran memproyeksikan situasi ini dapat memengaruhi performa skuad di babak penyisihan grup sehingga meminta FIFA meninjau ulang kebijakan tersebut.

Sejauh ini, FIFA belum memberikan respons resmi atas rencana aduan dari pihak Iran.

>>> Erick Thohir Kurang Tidur karena Nonton 70 Persen Laga Piala Dunia

Di tengah situasi tersebut, skuad tim nasional Iran tetap menjalankan program latihan untuk menghadapi pertandingan berikutnya di Piala Dunia 2026.