Pakar UMY: Penghentian Sementara SPPG Momentum Perbaikan Tata Kelola MBG

Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Muhammad Eko Atmojo menilai langkah Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama masa libur sekolah merupakan momentum strategis perbaikan tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelumnya, BGN memutuskan untuk menghentikan operasional SPPG dan distribusi Program MBG pada 22 Juni hingga 13 Juli 2026.
>>> Dani Olmo: Barcelona Tak Khawatir dengan Aktivitas Transfer Real Madrid
Kebijakan ini ditargetkan dapat mengefisiensikan anggaran hingga Rp3 triliun.
"Kebijakan ini menjadi kesempatan untuk melakukan koreksi dan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola MBG.
Jika terdapat SPPG yang tidak memenuhi standar, sebaiknya disuspensi atau dihentikan operasionalnya agar kesalahan yang sama tidak terulang," kata Eko di Yogyakarta, Jumat.
Evaluasi di Tengah Pelaksanaan Program
Menurut Eko, evaluasi di tengah pelaksanaan program adalah hal yang lazim dalam siklus kebijakan publik.
Masa libur sekolah dinilai waktu yang tepat bagi BGN untuk melakukan audit komprehensif, mulai dari standar operasional prosedur (SOP), kinerja pelaksana, hingga mekanisme pengawasan.
Langkah ini sangat krusial untuk memulihkan kepercayaan publik setelah munculnya berbagai problematika sejak awal program dijalankan.
>>> Umat Islam Dianjurkan Perbanyak Doa dan Dzikir Setelah Salat Tahajud
Eko menekankan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga kualitas tata kelola dan ketepatan sasaran.
Terkait sasaran penerima manfaat, Eko menyoroti pentingnya validitas data sebagai fondasi utama pengambilan kebijakan.
Ia menyarankan agar intervensi pemerintah lebih diprioritaskan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan, seperti peserta didik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat ekonomi keluarga prasejahtera yang tinggi.
"Data merupakan fondasi utama.
Jika data disusun dengan baik, kebijakan yang dihasilkan akan lebih tepat sasaran dan memiliki dasar yang kuat," katanya.
Eko berharap masa penghentian operasional sementara ini dapat dimanfaatkan oleh BGN untuk membangun formula tata kelola yang lebih efektif sebelum program tersebut kembali berjalan.
>>> Regulasi Pemain Muda Super League Tak Dihapus, Hanya Dikonversi
Evaluasi berkelanjutan disebutnya sebagai kunci agar Program MBG dapat memberikan dampak nyata bagi perbaikan gizi masyarakat secara transparan dan akuntabel.
Update Terbaru
Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Jumat / 19-06-2026, 21:25 WIB
Pordasi Perkuat Tata Kelola Organisasi Menuju PON 2028
Jumat / 19-06-2026, 21:25 WIB
Ai Ogura Tercepat di Practice MotoGP Ceko 2026
Jumat / 19-06-2026, 21:25 WIB
Yusuf ke semifinal Macau Open setelah tumbangkan unggulan pertama
Jumat / 19-06-2026, 21:24 WIB
Ibu Rumah Tangga di Angke Jakbar Tewas Diduga Dibunuh Suami
Jumat / 19-06-2026, 21:24 WIB
Bank Amar Bagikan Dividen Tunai Rp110,1 Miliar Usai Cetak Laba Tertinggi
Jumat / 19-06-2026, 21:20 WIB
PT Smart Billionaire Indonesia Resmi Luncurkan IDNGold di Platform Reku
Jumat / 19-06-2026, 21:20 WIB
Kronologi Wanita Tusuk Rekan Kerja Hingga Tujuh Kali di Menteng
Jumat / 19-06-2026, 21:15 WIB
Wamen ESDM: Jargas CNG Percepat Akses Energi di Wilayah Tanpa Pipa
Jumat / 19-06-2026, 21:15 WIB
Angkasa Pura Indonesia Revitalisasi Terminal Bandara Minangkabau Rp553 Miliar
Jumat / 19-06-2026, 21:15 WIB
Arsenal vs Coventry City di Pekan Pembuka Premier League 2026/2027
Jumat / 19-06-2026, 21:12 WIB
Belanda Hadapi Swedia di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 21:12 WIB
Skotlandia vs Maroko: Duel Panas Perebutan Puncak Grup C Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 21:10 WIB
FIFA Blokir Tiket Pelaku Rasisme, Undang YouTuber Korea Selatan
Jumat / 19-06-2026, 21:10 WIB






