Asosiasi Mitra Makan Bergizi Gratis Seluruh Indonesia (AMMSI) menyatakan penghentian sementara pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah merupakan bentuk pengendalian yang rasional.

Kebijakan ini dinilai sejalan dengan prinsip efisiensi belanja negara.

in1

>>> Pajak Tahunan BYD M6 DM-i Tergolong Terjangkau, Mulai Rp2 Jutaan

Ketua Umum AMMSI Rizky Herdianto mengatakan kebijakan tersebut memberikan kepastian mengenai mekanisme operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dengan demikian, pelaksanaan program dapat berjalan lebih tertib, terukur, dan sesuai kebutuhan layanan.

"Kami memandang kebijakan ini merupakan langkah yang tepat dalam rangka memperkuat tata kelola program, meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara," kata Rizky dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, kebijakan tersebut juga memastikan setiap rupiah yang dialokasikan untuk program MBG benar-benar digunakan secara efektif, transparan, dan akuntabel.

AMMSI mendukung penuh terbitnya Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 12 Tahun 2026 pada 17 Juni 2026.

Surat edaran itu mengatur penyesuaian operasional SPPG pada periode libur sekolah dalam rangka penyelenggaraan program MBG tahun anggaran 2026.

AMMSI menekankan pentingnya penguatan pengawasan terhadap penggunaan fasilitas SPPG selama masa libur sekolah. Langkah ini untuk mencegah penyalahgunaan anggaran maupun penggunaan fasilitas negara di luar ketentuan yang berlaku.

Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program MBG harus mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan dalam surat edaran tersebut.

Namun, AMMSI juga memberikan perhatian serius terhadap potensi munculnya praktik-praktik yang dapat mencederai semangat efisiensi dan akuntabilitas program.

"Untuk itu, kami (AMMSI) menegaskan menolak dengan keras apabila dapur-dapur baru yang bermunculan di luar mekanisme resmi, terutama dapur-dapur yang didaftarkan dari proses jual beli titik yang melanggar hukum padahal portal pendaftaran resmi sudah lama ditutup, tetap dipaksakan beroperasi," katanya.