Migrant Watch Desak Pemerintah Bentuk Satgas Pelindungan PMI
Lembaga swadaya masyarakat Migrant Watch mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera membentuk Satuan Tugas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bermasalah di luar negeri.
Desakan ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
>>> BKKBN Sumsel Tekan Fatherless Lewat Program Gemar Ayah Ambil Rapor
Advokat dan penggiat PMI Triana Dewi Seroja menilai penanganan persoalan pekerja migran masih berlangsung secara parsial akibat ego sektoral antarlembaga.
Menurut Triana, berbagai instansi kerap membentuk tim atau satuan tugas masing-masing, namun tidak berjalan efektif karena lemahnya koordinasi dan kuatnya ego sektoral.
Akibatnya, kasus yang menimpa PMI terus berulang tanpa penyelesaian tuntas.
Oleh karena itu, satuan tugas perlu dibentuk dan harus melibatkan berbagai kementerian, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta unsur masyarakat sipil.
Tujuannya agar persoalan pekerja migran dapat diselesaikan dari hulu hingga hilir.
>>> Ancol Gelar Jakalcer Fest untuk Hidupkan Kembali Pasar Seni
Gagasan Bukan Baru
Aktivis PMI Hendra Setyawan mengatakan bahwa pembentukan satuan tugas bukanlah gagasan baru. Ia menambahkan bahwa satuan tugas serupa pernah ada pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut Hendra, Migrant Watch terus mengusulkan pembentukan satuan tugas karena masalah pekerja migran adalah masalah luar biasa yang membutuhkan respons cepat dari berbagai kementerian dan lembaga.
Ia menilai perubahan kelembagaan menjadi Kementerian P2MI belum diikuti langkah cepat untuk memperkuat tata kelola dan pelindungan pekerja migran.
Pembentukan satuan tugas dinilai dapat mempercepat implementasi kebijakan yang telah menjadi arahan pemerintah.
>>> Mendukbangga: Peran Ayah Sangat Penting bagi Tumbuh Kembang Anak
“Makna dari satgas untuk lebih memperkuat dan mempercepat kebijakan-kebijakan yang sebenarnya adalah arahan presiden, tapi tidak bisa dijalankan oleh kementerian yang teknis terkaitnya,” ujar Hendra.
Update Terbaru
Kuasa Hukum: Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam Kondisi Sehat
Jumat / 19-06-2026, 20:56 WIB
Portronics Aero 10: Power Bank 10.000mAh dengan Kabel Type-C Bawaan
Jumat / 19-06-2026, 20:55 WIB
OJK Setujui Dua Perusahaan Pergadaian Daerah Ekspansi ke Tingkat Nasional
Jumat / 19-06-2026, 20:55 WIB
Pakar UMY: Penghentian Sementara SPPG Momentum Perbaikan Tata Kelola MBG
Jumat / 19-06-2026, 20:55 WIB
Dani Olmo: Barcelona Tak Khawatir dengan Aktivitas Transfer Real Madrid
Jumat / 19-06-2026, 20:52 WIB
Umat Islam Dianjurkan Perbanyak Doa dan Dzikir Setelah Salat Tahajud
Jumat / 19-06-2026, 20:52 WIB
Regulasi Pemain Muda Super League Tak Dihapus, Hanya Dikonversi
Jumat / 19-06-2026, 20:50 WIB
Iran Protes ke FIFA Soal Pembatasan Persiapan Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 20:50 WIB
Prabowo Beri Dukungan Penuh untuk Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030
Jumat / 19-06-2026, 20:48 WIB
Wagub: Karnaval Budaya Pesparawi Nasional Cermin Keberagaman Bangsa
Jumat / 19-06-2026, 20:48 WIB
Erick Thohir Kurang Tidur karena Nonton 70 Persen Laga Piala Dunia
Jumat / 19-06-2026, 20:45 WIB
Toyota dan Nissan Peringatkan Pembeli Jepang Soal Cacat Cat Mobil Buatan AS
Jumat / 19-06-2026, 20:45 WIB
Wamen ESDM Targetkan 160 Ribu Saluran Gas Terealisasi pada 2027
Jumat / 19-06-2026, 20:44 WIB
Menteri PU Pastikan Sekolah Rakyat Tahap II Berfungsi Juli 2026
Jumat / 19-06-2026, 20:44 WIB






