Pemerintah Provinsi Banten bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) resmi menjalin kerja sama strategis untuk melindungi dan meningkatkan kompetensi pekerja migran asal Banten.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Gubernur Banten Andra Soni dan Menteri P2MI Mukhtarudin di Gedung Kementerian P2MI, Kamis (18/6).

in1

>>> Honda dan QuantumScape Jalin Kerja Sama Kembangkan Baterai Solid-State

Selain dengan Pemprov Banten, Kementerian P2MI juga menggandeng PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta) dalam sinergi ini.

Membuka Peluang Kerja dan Pelatihan

Andra Soni menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk membuka peluang kerja yang lebih luas bagi warga Banten.

Ia menekankan pentingnya pelatihan yang memadai bagi calon pekerja migran sebelum berangkat ke luar negeri.

"MoU ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka kesempatan bagi warga kita untuk berkembang serta berkarya di luar negeri dengan tetap mendapatkan pelindungan dari Pemerintah Republik Indonesia," ujar Andra dalam keterangannya di Serang, Jumat.

Menurutnya, Banten memiliki potensi besar sebagai daerah asal pekerja migran sehingga program inisiasi pemerintah pusat harus didukung secara serius oleh daerah.

Menteri P2MI Mukhtarudin menjelaskan bahwa kolaborasi ini melibatkan pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, dan sektor industri sebagai wujud sinergi perlindungan pekerja migran dari hulu ke hilir.

>>> Komdigi Tangani 9.263 Kasus Pelanggaran HKI di Ruang Digital

Program yang disiapkan mencakup pelatihan, peningkatan kapasitas, hingga penempatan tenaga kerja secara profesional.

"Sesuai arahan Presiden Prabowo, kita memperkuat pelindungan sekaligus peningkatan kapasitas pekerja migran untuk memasuki pasar kerja global, khususnya sebagai tenaga kerja terampil atau skilled worker di sektor formal," kata Mukhtarudin.

Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Untirta, Lamhot Sinaga, menyatakan kesiapan civitas akademika dan jaringan alumni untuk menyumbangkan sumber daya pendidikan guna membina kompetensi calon pekerja.

"Esensi program ini adalah membangun ekosistem pekerja migran yang utuh.

Kami siap berkontribusi agar pekerja migran Indonesia berangkat dengan kompetensi yang baik dan perlindungan yang kuat," ujar Lamhot.

Direktur Utama PT Krakatau Steel, Akbar Djohan, berkomitmen memfasilitasi pelatihan keterampilan teknis bagi para calon pekerja migran.

>>> Jonathan David Cetak Hat Trick, Kanada Gilas Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026

Ia berharap melalui fasilitas tersebut, pekerja migran Indonesia dapat berangkat dengan kepercayaan diri tinggi dan mampu bersaing secara profesional di kancah global.