Foto seorang pria mengenakan kebaya saat mengikuti Kirab Malam 1 Suro di Puro Mangkunegaran viral di media sosial.

Unggahan itu memicu perdebatan tentang etika busana dalam ritual adat.

in1

>>> Pimpinan DPR Rencanakan Temui Mahasiswa Demonstran Jumat Ini

Polemik bermula dari tangkapan layar di Threads yang memperlihatkan tiga orang berkebaya hitam, salah satunya diduga pria.

Unggahan itu juga menyertakan pesan kepada selebritas Sara Wijayanto dan Gusti Sura selaku ketua panitia.

Banyak warganet mempertanyakan kepatutan busana dan mekanisme perizinan. Akun yang diduga milik peserta kirab mengklaim tindakan mereka sudah direstui pihak istana.

Menanggapi hal itu, Gusti Sura atau GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo membantah keras.

>>> HokBen Beri Gratis Fried Chicken hingga 24 Mei 2026, Ini Syaratnya

Melalui akun media sosial pribadinya, ia menegaskan bahwa Mangkunegaran tidak pernah memberikan izin, dispensasi, atau perlakuan khusus kepada siapa pun.

“Mangkunegaran telah mengeluarkan panduan ageman untuk ritual adat 1 Sura, panitia penyelenggara 1 Sura BE 1960 tidak pernah memberikan izin, dispensasi, ataupun perlakuan khusus kepada pihak mana pun,” kata Sura.

Ia berharap esensi ritual kebudayaan tetap terjaga integritasnya.

“Semoga semangat refleksi, ketertiban, dan saling menghormati yang hadir dalam peringatan Malam 1 Sura Be 1960 dapat terus menjadi bagian dari kehidupan bersama,” ujarnya.

>>> Timnas Belanda Asah Lini Serang Jelang Laga Melawan Swedia

Puro Mangkunegaran mengucapkan terima kasih atas antusiasme masyarakat dalam mengikuti peringatan Malam 1 Sura Be 1960.