Pemerintah Indonesia memperoleh dukungan penuh dari Pemerintah China dan People's Bank of China (PBOC) untuk rencana penerbitan perdana Panda Bond di pasar keuangan domestik China.

Langkah ini merupakan strategi pemerintah untuk memperluas dan mendiversifikasi sumber pembiayaan pembangunan nasional menggunakan denominasi yuan.

in1

>>> Piala Dunia 2026 Catat Rekor Kartu Merah Tercepat

Komitmen tersebut diperoleh Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa selama kunjungan kerja di Beijing.

Pihak otoritas keuangan China menyatakan kesiapan untuk mempercepat proses perizinan setelah dokumen pengajuan resmi dari Indonesia diterima.

"Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People's Bank of China, dan juga para investor di sini.

Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat," ujar Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

Kementerian Keuangan meminta dukungan langsung agar proses penerbitan instrumen surat utang tersebut berjalan lancar melalui koordinasi bersama bank sentral setempat.

"Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan.

Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat," kata Menkeu.

Langkah diversifikasi pendanaan ini diambil agar anggaran pembangunan nasional tidak bergantung pada satu mata uang asing saja.

"Kita ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja.

>>> Ahn Hyo Seop Bintangi Drakor Romantis Komedi Sold Out On You, Tayang April 2026

Ini juga sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang sudah terjalin antara Indonesia dan China," ujar Menkeu.

Pertemuan konstruktif tersebut menjadi indikator kuat terhadap tingginya kepercayaan otoritas finansial China atas stabilitas ekonomi Indonesia.