China mendesak NATO untuk mengevaluasi secara serius perannya dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian di Beijing, Kamis (18/6).

in1

>>> Spotify Luncurkan Fitur Reserved untuk Pembelian Tiket Konser Penggemar Loyal

Pernyataan tersebut menanggapi komentar Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. Rutte mengatakan aliansi itu memantau dengan cermat dukungan Beijing terhadap Rusia dalam perang Ukraina.

"NATO perlu mengatasi persepsi yang salah tentang China dan berhenti memicu konfrontasi dan mengalihkan kesalahan," kata Lin Jian dalam konferensi pers.

Lin menegaskan bahwa NATO, sebagai peninggalan Perang Dingin, harus merenungkan peran dan dampaknya terhadap perdamaian dunia saat ini.

Ia juga menyebut China telah mempertahankan posisi objektif dan adil serta aktif mengupayakan perdamaian di Ukraina.

>>> 5 Panduan Memilih Ukuran Sepatu Lari untuk Mencegah Cedera

China tidak memberikan senjata mematikan kepada pihak mana pun yang berkonflik dan telah memberlakukan kontrol ketat atas barang dwiguna, ujar Lin.

Pertemuan BRICS di India

Secara terpisah, pertemuan ke-16 para penasihat keamanan nasional BRICS akan digelar pada 22-23 Juni di New Delhi, India.

Menlu China Wang Yi dijadwalkan hadir.

Dalam pertemuan itu, China akan membahas situasi keamanan internasional, isu regional dan global, serta respons terhadap tantangan keamanan konvensional dan non-konvensional dengan anggota BRICS lainnya.

>>> Scoot dan Sony Pictures Hadirkan Pesawat Bertema Spider-Man

Kemlu China menyatakan negara-negara BRICS berkomitmen menjaga perdamaian dunia, mempromosikan pembangunan bersama, dan mendorong tata kelola global yang lebih adil.