Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong kemandirian ekonomi warga penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) melalui program RusunPreneur.

Program ini diinisiasi oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta.

in1

>>> IHSG Melemah 0,73 Persen ke Level 6.127 pada Sesi I 19 Juni 2026

Kepala Bidang Usaha Kecil dan Menengah Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Juremi, menjelaskan bahwa pemindahan warga ke rusun tidak hanya soal tempat tinggal, tetapi juga keberlanjutan ekonomi mereka.

Hal itu disampaikan Juremi dalam acara daring yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Pelatihan Keterampilan untuk Warga Rusun

RusunPreneur merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 131 Tahun 2016 tentang Optimalisasi Pengelolaan Rusunawa dan Ingub Nomor 116 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Masyarakat Penghuni Rusun.

Program ini mendorong pertumbuhan industri kreatif di lingkungan rumah susun.

>>> Kawasaki Hidupkan Kembali Ninja 300 untuk Pasar Amerika Serikat

Pelatihan yang diberikan meliputi menganyam, merajut, membatik, dan produksi bakso.

Berdasarkan data Dinas PPKUKM DKI, pelatihan menganyam dan merajut diikuti 695 peserta dengan capaian omzet menganyam Rp27 juta dan merajut Rp4.019.000.

Pelatihan membatik melibatkan 210 peserta dengan omzet Rp26.085.000, sedangkan produksi bakso diikuti 228 peserta dengan omzet Rp18.985.500.

>>> Kemenag Salurkan Insentif Tahap II bagi Guru PAI Non-ASN

Melalui RusunPreneur, Pemprov DKI berharap warga rusun dapat mengembangkan potensi diri, menciptakan produk bernilai jual, dan berkontribusi dalam penguatan ekonomi lokal.