Dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.

N(K), mengungkapkan bahwa cara mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi dapat memicu risiko migrain.

in1

>>> Polisi Tangkap Remaja Pelaku Duel Maut di Cilincing Jakarta Utara

Menurut dr. Sena, kafein memiliki dua sisi dalam kaitannya dengan migrain.

Di satu sisi, kafein dapat menjadi obat untuk meredakan sakit kepala, namun jika dikonsumsi tidak tepat, efeknya bisa berbalik menjadi pemicu.

"Itulah yang harus dipahami. Harusnya dia (kafein) positif, tapi kenapa jadi yang hal yang negatif?

Itu karena ada perubahan dari cara kita mengonsumsi kafeinnya," kata dokter yang akrab disapa Sena itu di Jakarta, Jumat.

Perubahan dosis atau jumlah kandungan maupun pola konsumsi minuman berkafein berisiko memicu migrain. Kafein dapat ditemukan dalam kopi, minuman kaleng seperti soda, hingga obat-obatan tertentu.

>>> Kejagung Segel Gudang Berisi 17.600 Motor Listrik Badan Gizi Nasional

Ia mencontohkan seseorang yang awalnya minum satu hingga dua cangkir kopi sehari, lalu meningkat menjadi empat atau lima cangkir.

Lonjakan dosis ini dapat mengubah cara kerja kafein, dari membantu meredakan justru memperparah sakit kepala.

Pola konsumsi yang tidak konsisten juga berbahaya. Misalnya, seseorang biasa minum kopi setiap pagi, lalu tiba-tiba berubah menjadi siang atau malam.

Atau berhenti mendadak setelah rutin mengonsumsi, hal itu dapat menyebabkan sakit kepala karena withdrawal.

"Perubahan seperti itu yang tadinya banyak kopinya terus tiba-tiba mendadak maka itu pun juga bisa menyebabkan gejala sakit kepalanya akibat withdrawal atau berhenti yang mendadak dari si kafein tersebut.

>>> Jadwal Program Televisi Sabtu, 20 Juni 2026 di ANTV, GTV, Indosiar, MDTV, Metro TV, MNCTV, RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan TVONE ada Film Bioskop Monster Run dan Medieval serta Link Nonton

Jadi yang salah tuh bukan si kafeinnya tapi bagaimana kita menggunakannya," ujar dr. Sena.