Kemendag: Kopi RI Raup Potensi Transaksi Rp66 Miliar di Bangkok
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan RI Bangkok mencatat produk kopi asal Indonesia membukukan potensi transaksi sebesar 3,89 juta dolar AS atau setara Rp66 miliar.
Angka tersebut berasal dari komitmen pembelian 337 ton kopi di ajang World of Coffee Bangkok 2026.
>>> SIG Catat Lonjakan Laba 380 Persen di 2026, Transformasi BUMN Mulai Tampak
Potensi transaksi itu dihimpun bersama 60 calon pembeli potensial melalui letter of intent (LoI).
Para buyer berasal dari berbagai negara, seperti Thailand, Belanda, Korea Selatan, Kanada, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Mesir, Oman, India, Brunei Darussalam, Filipina, Finlandia, dan Taiwan.
Atase Perdagangan Bangkok Rafika Arfani menyatakan antusiasme pengunjung terhadap kopi Indonesia sangat tinggi. Hal itu tercermin dari banyaknya komitmen bisnis yang berhasil dihimpun selama pameran.
Dalam persiapan pameran, Rafika menyoroti sejumlah prosedur yang harus dipenuhi untuk memasukkan sampel produk kopi para eksibitor ke Thailand.
Prosedur tersebut mencakup perizinan dari Kementerian Pertanian dan Koperasi Thailand, Kementerian Perdagangan Thailand, Food and Drug Administration (FDA), serta otoritas Bea dan Cukai.
>>> OJK Jamin Pasar Modal Indonesia Tetap Tangguh Usai Evaluasi MSCI 2026
Ketentuan yang sama berlaku bagi seluruh importir produk kopi yang memasuki pasar Thailand.
Sebanyak 20 pelaku usaha kopi dari daerah sentra kopi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, hingga Papua ikut serta dalam pameran tersebut.
Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand Hari Prabowo menekankan besarnya potensi pasar kopi di Thailand yang terus berkembang.
Konsumsi kopi masyarakat Thailand meningkat hampir dua kali lipat dalam dua tahun terakhir, dari sekitar 180 cangkir menjadi 340 cangkir per kapita per tahun.
Sementara itu, produksi kopi Thailand hanya sekitar 15.600 ton per tahun, masih jauh di bawah kebutuhan domestik yang mencapai lebih dari 90.000 ton per tahun.
>>> TIKTOK JADIKAN MINI DRAMA MODEL BISNIS PEMASARAN BARU
Hari menilai kondisi tersebut menjadikan Thailand sebagai pasar yang sangat prospektif bagi kopi Indonesia untuk memperluas penetrasi ekspor dan memperkuat posisinya di kawasan Asia Tenggara.
Update Terbaru
Kekurangan Bahan Baku, 50 Persen Kapasitas Smelter Nikel RKEF Menganggur
Jumat / 19-06-2026, 15:01 WIB
Saham IDX Value30 Jadi Pilihan Utama Investor Saat IHSG Tertekan
Jumat / 19-06-2026, 15:01 WIB
Transaksi QRIS Mei 2026 Tumbuh 95,1 Persen, Melambat dari Kuartal I
Jumat / 19-06-2026, 15:00 WIB
Hyundai E&C Hillstate Rekrut Megawati Hangestri Pertiwi untuk V-League 2026/2027
Jumat / 19-06-2026, 15:00 WIB
Badan Geologi: Struktur Geologi Rumit Perparah Dampak Gempa Sulteng
Jumat / 19-06-2026, 15:00 WIB
KKP Tegaskan Sertifikasi Mutu Hasil Perikanan Gratis Tanpa Pungutan
Jumat / 19-06-2026, 15:00 WIB
Pratinjau Skotlandia vs Maroko: Saatnya Tartan Army ke Babak Gugur
Jumat / 19-06-2026, 15:00 WIB
Arah Cerita Lookism Chapter 613, Konflik Belum Selesai
Jumat / 19-06-2026, 15:00 WIB
Android 17 Permudah Transfer Data dari iPhone ke Android
Jumat / 19-06-2026, 14:56 WIB
Intip Gemasnya Rio, Bayi Panda Pertama RI Hasil Diplomasi Panda China
Jumat / 19-06-2026, 14:56 WIB
Pemerintah Tetapkan Empat Tanggal Merah pada Mei 2026
Jumat / 19-06-2026, 14:56 WIB
Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, dan Pisces 18 Juni 2026: Keuangan, Asmara, dan Karier
Jumat / 19-06-2026, 14:56 WIB
Roberto Martinez Dikritik Usai Portugal Imbang Lawan RD Kongo
Jumat / 19-06-2026, 14:56 WIB
BAIC Indonesia Tawarkan Diskon Hingga Rp50 Juta Sambut Libur Sekolah
Jumat / 19-06-2026, 14:55 WIB






