PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) meningkatkan kapasitas operasional dua fasilitas produksinya di Sumatera Utara.

Volume output naik dari sebelumnya 1,4 juta unit menjadi 1,5 juta unit per bulan.

in1

>>> Kanada Hajar Qatar 6-0, Jonathan David Cetak Hattrick di Tengah Cedera Parah Ismael Kone

Langkah ekspansi ini dipicu oleh lonjakan permintaan pasar internasional.

Seluruh kapasitas baru telah terisi penuh oleh kontrak pesanan komersial hingga triwulan ketiga tahun 2026.

Strategi Ekspansi dan Inovasi

Direktur Utama MARK, Ridwan Goh, menyatakan bahwa posisi kuat emiten di pasar global berakar pada konsistensi mutu manufaktur.

Aliansi bisnis jangka panjang dengan pembeli mancanegara serta inovasi produk yang berkelanjutan menjadi pilar utama.

"Industri former membutuhkan keahlian khusus, pengalaman, dan kemampuan inovasi yang berkelanjutan. Kami terus memperkuat kapasitas produksi dan meningkatkan kualitas agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan global," ujar Ridwan Goh.

Perusahaan terus berinvestasi dalam peningkatan kapasitas produksi dan kualitas produk guna memenuhi kebutuhan pelanggan global.

Dividen dan Kinerja Keuangan

Pada tahun buku 2026, perseroan menyalurkan dividen tunai bernilai Rp90 per lembar saham.

Alokasi dividen tersebut bersumber dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp70 per saham dan sisa Rp20 per saham dari akumulasi saldo laba ditahan hingga periode tahun buku 2024.

Rasio pembayaran dividen mencapai sekitar 118 persen dari total perolehan laba bersih tahun 2025.

>>> Viral Foto Pria Berkebaya di Acara 1 Suro Mangkunegaran, Paola Serena Sampaikan Klarifikasi

Kebijakan ini mencerminkan kondisi finansial internal yang solid serta likuiditas arus kas yang sehat.

Prospek Pasar Global

Kinerja korporasi ditopang oleh karakteristik sektor kesehatan yang defensif terhadap gejolak ekonomi.