PT Bank Mega Syariah menilai penguatan dolar AS tidak mengurangi peluang pembiayaan pada sektor-sektor produktif yang memiliki fundamental usaha kuat dan prospek pertumbuhan positif.

Perseroan tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan pembiayaan komersial sepanjang tahun 2026 di tengah penguatan mata uang AS.

>>> Pemkot Jakbar Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-499 Jakarta

Corporate & Business Banking Division Head Bank Mega Syariah Guritno mengatakan, penguatan dolar AS merupakan dinamika global yang perlu dicermati, namun tidak mengurangi peluang pertumbuhan pembiayaan korporasi.

Menurutnya, kebutuhan pembiayaan pada sektor-sektor produktif masih terbuka seiring aktivitas ekonomi yang terus berjalan.

Penguatan dolar AS berpotensi mempengaruhi biaya usaha, arus kas, dan kebutuhan modal kerja pelaku usaha. Namun, aktivitas ekonomi domestik yang tetap berjalan dinilai masih membuka ruang pertumbuhan.

Bank Mega Syariah tetap fokus mendorong pembiayaan pada sektor yang memiliki ketahanan tinggi terhadap dinamika ekonomi global.

Di sisi lain, penguatan dolar AS dinilai menjadi momentum positif bagi pelaku usaha berorientasi ekspor.

Nilai tukar yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia dan mendorong peningkatan pendapatan perusahaan berbasis valuta asing.

Perseroan aktif menjalin komunikasi dengan nasabah dan calon nasabah yang memiliki basis usaha berorientasi ekspor untuk memahami kebutuhan pembiayaan dan rencana ekspansi bisnis.

Bank Mega Syariah juga terus membuka peluang pembiayaan pada sektor yang memiliki prospek ekspor baik dan sejalan dengan strategi bisnis perusahaan.

>>> SKORZ FX Sudirman Hadirkan 15 Arena Olahraga Interaktif untuk Hangout

Meski demikian, perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Seluruh proses pembiayaan melalui asesmen komprehensif terhadap profil risiko, kemampuan pembayaran, dan ketahanan usaha nasabah terhadap perubahan kondisi pasar global.