Perbanas: Penurunan Kredit UMKM Akibat Rendahnya Permintaan, Bukan Penolakan Bank
Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menyatakan bahwa pelemahan penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terjadi akibat rendahnya permintaan pembiayaan dari pelaku usaha.
Faktor penawaran dari sektor perbankan bukan menjadi penyebab utama kondisi tersebut.
>>> Kejaksaan Agung Serahkan Aset Eddy Tansil Rp82,68 Miliar ke Kemenkeu
Kajian Perbanas mengungkapkan perlambatan kredit UMKM sudah berlangsung sejak akhir 2022. Sektor ini bahkan mulai memasuki zona kontraksi pada akhir tahun 2025.
Data menunjukkan kredit UMKM terkontraksi 0,47% secara tahunan (year on year) pada Februari 2026.
Pemulihan tipis terjadi saat kredit tumbuh 0,1% yoy pada Maret 2026, lalu berlanjut tumbuh 0,2% yoy pada April 2026.
Tren perlambatan segmen ini berbanding terbalik dengan kondisi kredit perbankan secara umum. Kredit industri secara keseluruhan tetap tumbuh positif pada segmen modal kerja, investasi, maupun konsumsi.
Rendahnya Minat Pengajuan Pinjaman
Chief Economist Perbanas Winang Budoyo menjelaskan, pelemahan kredit UMKM saat ini lebih bersifat demand-driven. Rendahnya minat mengajukan pinjaman baru menjadi pemicu utama penurunan tersebut.
Hasil survei dan diskusi kelompok terarah Perbanas menunjukkan hampir 90% UMKM formal maupun informal tidak mengajukan pinjaman. Para pelaku usaha merasa belum membutuhkan kredit untuk melakukan pengembangan usaha.
Riset yang sama juga memaparkan bahwa mayoritas pembiayaan modal usaha masih mengandalkan pendanaan mandiri. Sekitar 90% pelaku usaha memilih menggunakan dana pribadi.
Sektor perbankan sebenarnya tetap terbuka dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif ini. Tingkat persetujuan pinjaman bagi UMKM formal yang mengajukan kredit tercatat mencapai angka 94,3%.
"Fakta ini mengonfirmasi persoalan utama bukan terletak pada penolakan bank, melainkan pada rendahnya permintaan kredit baru, terbatasnya dorongan ekspansi usaha, dan belum kuatnya kesiapan UMKM untuk mengakses pembiayaan formal," kata Winang.
Update Terbaru
Pemerintah Pastikan Stok Beras Aman Hadapi El Nino 2026
Kamis / 18-06-2026, 20:53 WIB
Pelajaran dan Hikmah dari Peristiwa Asyura 10 Muharram
Kamis / 18-06-2026, 20:52 WIB
Ziwen Xu Bikin Game Tiruan GTA 6 Pakai AI Claude 20x
Kamis / 18-06-2026, 20:52 WIB
Jemaah Haji Lintas Negara Padati Gua Hira Menjelang Fajar
Kamis / 18-06-2026, 20:52 WIB
Bakamla Siap Bangun Stasiun Pemantauan Maritim di DIY
Kamis / 18-06-2026, 20:52 WIB
Lenovo: Guru Kunci Arahkan Siswa Gunakan AI secara Bertanggung Jawab
Kamis / 18-06-2026, 20:52 WIB
Airlangga: Prabowo Tekankan Peran Himbara Dorong Perekonomian Nasional
Kamis / 18-06-2026, 20:52 WIB
5 Rekomendasi Smart TV Murah di Bawah Rp2 Jutaan
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Jemaah Haji Internasional Padati Gua Hira di Makkah
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Klaim Asuransi Kredit AAUI Tembus Rp 4,21 Triliun, Rasio Capai 102 Persen
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Teladan Metropolitan City Rally 2026 Siap Meriahkan HUT ke-499 Jakarta
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Davina Karamoy Diperiksa sebagai Saksi Kasus Penipuan Hanania
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Shin Tae-yong Tetapkan Kriteria Skuad Persija Jakarta Musim 2026/2027
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Davina Karamoy Jadi Korban Penipuan Travel Haji Hanania Group
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB






