Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) meresmikan UMKM Center di Jakarta pada Kamis (18/6/2026). Inisiatif ini bertujuan memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia.

Peluncuran tersebut dibarengi dengan penyampaian hasil kajian strategis mengenai revitalisasi model bisnis sektor UMKM.

>>> IHSG 18 Juni 2026 Ditutup Melemah ke Level 6.172

Sektor ini berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap perekonomian nasional dan menyerap mayoritas tenaga kerja.

Ketua Umum Perbanas, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa penguatan UMKM menjadi prioritas strategis. "Penguatan sektor UMKM menjadi salah satu fokus utama yang kami pandang sangat strategis.

Oleh karena itu, hari ini Perbanas meluncurkan UMKM Center Perbanas," ujarnya.

Menurut Hery, pengembangan UMKM tidak bisa hanya bertumpu pada perluasan akses pembiayaan. Keberlanjutan bisnis juga bergantung pada pendampingan, edukasi, peningkatan daya saing, dan penguatan kapasitas internal.

Data menunjukkan pertumbuhan kredit UMKM melambat sejak akhir 2022 dan sempat terkontraksi. Hingga Februari 2026, terjadi kontraksi tahunan sebesar 0,47 persen, yang mengindikasikan masalah struktural mendasar.

>>> OJK Tetapkan Tujuh Direksi Baru BEI untuk Periode 2026-2030

Chief Economist Perbanas, Winang Budoyo, mengungkapkan bahwa lesunya pertumbuhan pembiayaan lebih dipengaruhi rendahnya permintaan dari pelaku usaha. "Pembiayaan usaha mereka hampir 90 persen berasal dari dana pribadi.

Ini menunjukkan permasalahan utama dari sisi permintaan kredit," katanya.

Di sisi lain, perbankan tercatat sangat suportif dalam menyalurkan dana. Tingkat persetujuan bank terhadap permohonan kredit formal mencapai 94,3 persen.

"Fakta ini mengonfirmasi persoalan utama bukan pada penolakan bank, melainkan rendahnya permintaan kredit baru," ungkap Winang.

Rendahnya minat pengajuan kredit dipicu oleh karakteristik usaha yang masih berpusat pada pemilik, berskala ultra mikro, dan belum memisahkan keuangan rumah tangga dan bisnis.

>>> 76 Sekolah di Jawa Tak Lagi Terima Program Makan Bergizi Gratis

Kajian Perbanas menggunakan pendekatan kualitatif melalui focus group discussion bersama Himbara, Asbanda, Aftech, akademisi, dan regulator, serta pendekatan kuantitatif.