Sebanyak 76 sekolah di Pulau Jawa tidak akan lagi menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari di Jakarta, Kamis.

>>> Pelaku Deepfake Karina dan Winter aespa Divonis 2,5 Tahun Penjara

Menurut Agustina, sekolah-sekolah tersebut dinilai mampu secara mandiri memenuhi kebutuhan gizi peserta didiknya. Data ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui.

BGN melakukan pendataan untuk mendukung kebijakan refocusing atau pemfokusan kembali penerima manfaat program MBG.

Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk 76 sekolah itu akan dialihkan ke kelompok yang lebih membutuhkan.

>>> Bisnis Wealth Management Perbankan Tumbuh Solid di Tengah Tekanan Rupiah

Kelompok prioritas penerima antara lain anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

Agustina menegaskan langkah ini agar program MBG tepat sasaran dan efisien.

BGN terus memutakhirkan data dengan mempertimbangkan indikator kerentanan gizi, kondisi sosial ekonomi, dan akses terhadap pemenuhan gizi. Data tersebut akan menjadi dasar penentuan sasaran prioritas.

>>> Daftar 20 Pemain Tertua di Piala Dunia 2026, Ronaldo Termasuk

“Pada akhirnya nanti kami benar-benar bisa melakukan refocusing penerima manfaat kepada anak-anak Indonesia ini yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi dari pemerintah,” ujar Agustina.