Badan Gizi Nasional (BGN) memangkas anggaran tahun 2026 sebanyak dua kali dengan total mencapai Rp39,62 triliun. Langkah ini diambil demi efisiensi program kerja lembaga.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyampaikan pengurangan dana tersebut di Gedung BGN, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026).

>>> Jadwal Bebas P Diddy Maju ke Februari 2028 Usai Jalani Rehabilitasi

Pagu awal instansi ini semula dialokasikan sebesar Rp268 triliun.

Pemangkasan tahap pertama tercatat sebesar Rp38,25 triliun. Pemangkasan tahap kedua menyusul senilai Rp1,37 triliun.

Penurunan dana yang signifikan ini berdampak langsung pada sisa anggaran operasional lembaga. Saat ini, dana yang tersisa untuk menjalankan program berada di angka Rp228,38 triliun.

"Bukan Rp268 triliun lagi, sudah berkurang karena tadi sudah diambil.

Pagu awal Rp268 triliun, lalu untuk penajaman itu Rp38,25 triliun yang surat pertama, lalu ada lagi Rp1,37 triliun," ujar Agustina.

>>> Apindo Soroti Dampak Pemadaman Listrik terhadap Produktivitas Usaha

Pihak otoritas menyatakan bahwa nominal akhir pascapenajaman tersebut merupakan jumlah bersih yang siap digunakan. Alokasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan sisa rencana kerja yang telah disusun.

"Di tahun ini pokoknya sisa pascapenajaman Rp228,38 triliun," terang Agustina.

Sisa dana operasional tersebut masih berpotensi mengalami penyusutan lebih lanjut.

Kebijakan ini diambil karena manajemen internal lembaga tengah menerapkan pengetatan pengeluaran, termasuk menyaring kembali kelompok penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

>>> MSCI Review Pasar Modal Indonesia Berpotensi Untungkan Saham Big Cap

"Nah ini nanti masih kami exercise lagi seperti yang tadi kan refocusing, penerima manfaat itu mungkin bisa jadi akan berkurang lagi," jelas Agustina.