Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyuarakan kekhawatiran para pelaku usaha terkait pemadaman listrik yang terjadi berulang kali di berbagai wilayah, termasuk Jabodetabek dan Sumatra.

Gangguan pasokan listrik yang tidak stabil dinilai mengancam produktivitas ekonomi nasional, terutama pada Kamis (18/6/2026).

>>> MSCI Review Pasar Modal Indonesia Berpotensi Untungkan Saham Big Cap

Sektor manufaktur menjadi salah satu yang paling terdampak karena kontribusinya mencapai sekitar 19 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal I-2026.

Desakan Penanganan Cepat dari PLN

Wakil Ketua Umum Apindo, Sanny Iskandar, menegaskan bahwa keandalan pasokan listrik merupakan tolok ukur penting bagi keberlanjutan investasi dan operasional di kawasan industri.

"Para pelaku usaha telah menunjukkan keresahan dan kekhawatiran terhadap pemadaman listrik yang mengganggu produktivitas mereka," ujar Sanny saat dihubungi Kontan.

co. id, Kamis (18/6/2026).

>>> Rusia dan ASEAN Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis di KTT Kazan

Ia menambahkan bahwa gangguan kelistrikan berdampak langsung pada jalannya dunia usaha, mulai dari UMKM hingga kawasan industri yang membutuhkan pasokan listrik besar.

Apindo mendesak Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk segera mengambil tindakan cepat dalam membenahi kendala teknis kelistrikan ini.

"Penanganan yang cepat dari PLN untuk permasalahan pemadaman listrik sangatlah diharapkan," ungkap Sanny yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Himpunan Kawasan Industri (HKI).

Meskipun menyadari kompleksitas pengelolaan sistem kelistrikan skala besar, Apindo meminta koordinasi yang responsif dan berkala antara PLN dan pelaku usaha demi kepastian operasional.

>>> Kementan Perkuat Industri Peternakan Melalui Indo Livestock 2026

"Harapannya, ekosistem kelistrikan yang terus berkembang dan semakin baik ke depannya dapat mendukung produktivitas dunia usaha sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia," tandas Sanny.