Bahlil Bentuk Tim Pengadaan Batu Bara untuk Amankan Pasokan Listrik PLN
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membentuk tim pengadaan batu bara lintas sektoral untuk PT PLN (Persero).
Langkah ini diambil untuk mengatasi kendala teknis pembangkitan akibat penurunan pasokan bahan baku yang sempat memicu pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Jawa Timur.
>>> Apple Naikkan Harga Produk Akibat Lonjakan Biaya Cip Memori
Pembentukan tim pengawasan ini bertujuan memastikan transparansi, profesionalisme penentuan harga, serta kepastian pasokan energi primer nasional.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam mengawasi tata kelola energi hulu hingga hilir.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa tim dibentuk atas izin dan arahan Presiden untuk memastikan koordinasi dan kepastian pasokan batu bara bagi PLN.
Tim khusus ini melibatkan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara serta Inspektorat Jenderal dari internal Kementerian ESDM.
Unsur pengawasan eksternal dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama PT PLN (Persero) juga dilibatkan untuk menyinkronkan data teknis dan administratif.
>>> PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk Tahan Laba Bersih 2025 untuk Perkuat Modal
Bahlil menambahkan bahwa kehadiran negara melalui tim pengawas profesional diharapkan mampu meminimalisasi biaya operasional (operating expenditure) perusahaan.
Penekanan biaya operasional dinilai krusial karena tingginya pengeluaran PLN berdampak langsung pada lonjakan beban kompensasi yang harus ditanggung APBN.
Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, total kebutuhan batu bara PLN untuk tahun 2026 mencapai 154 juta ton, dengan komitmen kontrak yang terealisasi baru sebesar 134 juta ton.
Tim pengadaan baru ini ditargetkan segera memenuhi sisa kekurangan pasokan sekitar 18 hingga 20 juta ton demi mencegah gangguan pelayanan listrik ke masyarakat.
>>> Pimpinan DPR, OJK, dan BEI Sepakat Benahi Tata Kelola Bursa
Bahlil memastikan bahwa secara keseluruhan tidak ada masalah, karena kekurangan pasokan masih dalam jumlah yang dapat dipenuhi.
Update Terbaru
Bakamla Siap Bangun Stasiun Pemantauan Maritim di DIY
Kamis / 18-06-2026, 20:52 WIB
Lenovo: Guru Kunci Arahkan Siswa Gunakan AI secara Bertanggung Jawab
Kamis / 18-06-2026, 20:52 WIB
Airlangga: Prabowo Tekankan Peran Himbara Dorong Perekonomian Nasional
Kamis / 18-06-2026, 20:52 WIB
5 Rekomendasi Smart TV Murah di Bawah Rp2 Jutaan
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Jemaah Haji Internasional Padati Gua Hira di Makkah
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Klaim Asuransi Kredit AAUI Tembus Rp 4,21 Triliun, Rasio Capai 102 Persen
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Teladan Metropolitan City Rally 2026 Siap Meriahkan HUT ke-499 Jakarta
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Davina Karamoy Diperiksa sebagai Saksi Kasus Penipuan Hanania
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Shin Tae-yong Tetapkan Kriteria Skuad Persija Jakarta Musim 2026/2027
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Davina Karamoy Jadi Korban Penipuan Travel Haji Hanania Group
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Alberto Puig Tinggalkan Jabatan Team Manager Honda MotoGP Akhir Musim 2026
Kamis / 18-06-2026, 20:49 WIB
Chef Remy Sedayu Bagikan Strategi Bisnis Kuliner Berkelanjutan untuk UMKM
Kamis / 18-06-2026, 20:48 WIB
Jamintel: Aplikasi Jaga Desa Berhasil Tekan Kasus Hukum Kepala Desa
Kamis / 18-06-2026, 20:48 WIB
Tekan Populasi, KPKP Jakbar Sterilisasi Ratusan Kucing Jantan Lokal
Kamis / 18-06-2026, 20:48 WIB






