Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapatkan edukasi mengenai strategi membangun bisnis makanan dan minuman yang berkelanjutan di tengah ketatnya persaingan pasar.

Langkah taktis ini disampaikan dalam pelatihan daring yang digelar oleh Bank Mandiri Taspen bersama BOLA Deli pada Kamis (18/6/2026).

>>> Jamintel: Aplikasi Jaga Desa Berhasil Tekan Kasus Hukum Kepala Desa

Kemampuan membaca pergerakan pasar menjadi poin krusial yang disoroti demi menjaga kelangsungan usaha kuliner.

Pelaku usaha dituntut jeli melihat menu-menu yang sedang diminati masyarakat untuk kemudian dikembangkan menjadi peluang bisnis.

"Kenapa saya memilih menu ini? Karena yang pertama melihat tren pasar.

Chicken Crispy Roll saat ini memang sedang hype dan banyak diminati," ungkap Chef Remy saat sesi pelatihan.

Selain mengikuti tren, pelaku usaha diharapkan mampu menciptakan inovasi baru yang unik agar produk mereka memiliki daya pembeda yang kuat.

Sebagai contoh konkret, diperkenalkan menu lumpia ongol durian yang dinilai masih jarang ditemukan di pasaran saat ini.

"Lumpia ongol durian ini belum banyak di pasaran.

Jadi ini ide yang fresh dan memungkinkan pelaku UMKM menciptakan sesuatu yang baru, inovatif, dan kreatif," papar Chef Remy.

Meskipun inovasi penting dilakukan, kualitas cita rasa tetap menjadi fondasi utama. Rasa yang lezat menjadi faktor penentu yang membuat konsumen bersedia melakukan pembelian ulang.

"Kalau ingin bertahan di bisnis kuliner, makanan yang dijual harus enak dulu. Karena kalau sudah enak, pelanggan akan datang lagi atau repeat order," lanjut Chef Remy.

Tantangan lain seperti lonjakan harga bahan baku di pasaran juga tidak boleh mengorbankan kualitas makanan yang disajikan.

>>> Tekan Populasi, KPKP Jakbar Sterilisasi Ratusan Kucing Jantan Lokal