Pemerintah Beri Sinyal Gelar RUPSLB PLN Terkait Pasokan Listrik
Pemerintah mulai memberikan sinyal akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.
Rencana ini muncul setelah adanya kendala operasional pasokan listrik di Pulau Jawa.
>>> Ziwen Xu Bikin Game Tiruan GTA 6 Pakai AI Claude 20x
Kepala Eksekutif Tertinggi BPI Danantara, Rosan Perkasana Roeslani, membenarkan bahwa agenda pemegang saham korporasi listrik negara tersebut sedang dipersiapkan.
"Rencana. Nanti, entar kita cek [tanggal RUPSLB digelar]," ujarnya.
Rosan belum memberikan jawaban pasti terkait isu restrukturisasi jajaran pengurus, termasuk posisi Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. Ia hanya merespons singkat, "Haduh."
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga, juga memberikan respons terbatas. "Tadi saya rapat dengan PLN tadi pagi," katanya.
Pemadaman Listrik dan Defisit Pasokan
Agenda RUPSLB ini awalnya diisukan akan berlangsung pada Senin (15/6/2026), namun tertunda.
Penjadwalan ini bertepatan dengan pemadaman listrik bergilir di Jawa Barat dan Jawa Tengah pada 10-11 Juni 2026 akibat defisit suplai.
EVP Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Greg, menyatakan sistem kelistrikan Jawa beroperasi dan terkendali. Namun, terdapat kendala operasional yang berdampak pada berkurangnya pasokan listrik di sejumlah wilayah.
>>> Jemaah Haji Lintas Negara Padati Gua Hira Menjelang Fajar
Kementerian ESDM membentuk tim khusus untuk mengamankan ketersediaan energi primer. Menteri ESDM, Bahlil, mengatakan tim ini terdiri dari PLN, Inspektorat Jenderal, Direktorat Jenderal Minerba, dan BPKP.
Krisis pasokan teridentifikasi pada batu bara kalori sedang yang cadangannya menipis.
Regulasi harga batas atas untuk kewajiban pasar domestik (DMO) sebesar US$70 dinilai menurunkan minat profitabilitas perusahaan tambang.
Bahlil menjelaskan bahwa stok batu bara medium semakin sedikit dengan harga murah akibat patokan DMO. "Harga jual ke PLN untuk perusahaannya sudah tidak ada [untungnya].
Itulah yang menjadi problem," katanya.
Volume kontrak yang telah disepakati baru mencapai 134 juta metrik ton.
>>> Art Basel Swiss Dibuka, Pamerkan Karya Seni Miliaran Dolar
Masih terdapat kekurangan sekitar 20 juta metrik ton untuk memenuhi target kebutuhan tahunan PLN sebesar 154 juta metrik ton.
Update Terbaru
Asus Dawn 7S Debut dengan RAM 16 GB dan Ryzen AI 5 330
Kamis / 18-06-2026, 22:01 WIB
5 HP Oppo dengan Desain Kamera Mirip iPhone, Mulai Rp2 Jutaan
Kamis / 18-06-2026, 22:01 WIB
Ensign dan iCIO Community Gelar Pelatihan Simulasi Krisis Siber untuk Pemimpin Teknologi
Kamis / 18-06-2026, 22:00 WIB
Menaker Siap Tinjau Aturan Batasan Pekerja Outsourcing
Kamis / 18-06-2026, 22:00 WIB
Pertamina Patra Niaga Modernisasi 1.920 SPBU di Indonesia
Kamis / 18-06-2026, 22:00 WIB
Brawijaya Hospital Luncurkan Pusat Layanan Terapi Regeneratif
Kamis / 18-06-2026, 22:00 WIB
FFI 2026 Jadi Momentum Refleksi Bangsa Lewat Film
Kamis / 18-06-2026, 22:00 WIB
Kejagung Tetapkan Pihak Swasta sebagai Tersangka Keenam Kasus MBG
Kamis / 18-06-2026, 22:00 WIB
Huawei Ajukan Paten Ponsel Lipat Tiga Vertikal Mirip Galaxy Z Flip
Kamis / 18-06-2026, 21:56 WIB
Galaxy Tab A9+ Terima Pembaruan Perangkat Lunak dengan Patch Keamanan Mei 2026
Kamis / 18-06-2026, 21:55 WIB
Pembaruan Keamanan Juni 2026 Hadir untuk Galaxy Z Flip 6
Kamis / 18-06-2026, 21:55 WIB
Samsung Resmi Luncurkan Galaxy A37 di Korea Selatan
Kamis / 18-06-2026, 21:55 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS Usai BI Naikkan Suku Bunga
Kamis / 18-06-2026, 21:55 WIB
OJK Tetapkan Jeffrey Hendrik sebagai Dirut BEI Periode 2026-2030
Kamis / 18-06-2026, 21:55 WIB






