PT Oktasan Baruna Persada, mitra strategis BUMN sektor energi, memastikan setiap ton batu bara terdistribusi tepat waktu ke berbagai pembangkit listrik nasional.

Langkah ini penting mengingat lebih dari 60% pembangkit listrik di Indonesia masih bergantung pada batu bara sebagai sumber energi primer.

>>> OJK Resmi Tetapkan Tujuh Direksi Baru BEI Periode 2026-2030

Direktur Oktasan Tomi Hadi menegaskan bahwa sektor energi merupakan tulang punggung perekonomian nasional.

"Ada banyak orang dari pelaku usaha hingga masyarakat umum yang menggantungkan hajat hidupnya ke performa kami," ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Menurut Tomi Hadi, pengelolaan rantai pasok batu bara dari hulu ke hilir membutuhkan presisi tinggi.

Prosesnya mencakup manajemen tambang, transportasi darat, penanganan di pelabuhan muat, hingga ketepatan rute pelayaran menuju pelabuhan bongkar.

>>> Dubes Kartini Apresiasi Peran Sekolah Indonesia Tokyo dalam Pendidikan Anak

Adopsi Teknologi dan Tata Kelola

Untuk memitigasi risiko keterlambatan, Oktasan mulai mengadopsi standarisasi armada modern dan pemantauan berbasis teknologi terkini. Langkah ini memastikan ritme pasokan tetap terjaga tanpa celah kesalahan.

Di sisi lain, ketatnya pengawasan industri ekstraktif menuntut seluruh ekosistem memperketat tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Kepatuhan terhadap regulasi dan integritas bisnis menjadi indikator utama kepatuhan korporasi.

Oktasan menerapkan prinsip continuous improvement, baik dari segi kualitas SDM, kekuatan teknologi, maupun penerapan GCG.

>>> Pemerintah Pastikan Stok Beras Aman Hadapi El Nino 2026

Transformasi menuju operasional yang patuh hukum diharapkan mendukung efisiensi bisnis dan ketahanan energi nasional.