Brawijaya Hospital resmi meluncurkan Brawijaya Regenerative Stem Cell Center sebagai pusat layanan terapi regeneratif. Pusat ini menawarkan solusi peremajaan alami hingga pemulihan berbagai cedera tanpa operasi besar.

Integrasi teknologi medis terkini berbasis terapi sel hidup ini kini dapat diakses di seluruh jaringan rumah sakit tersebut.

>>> FFI 2026 Jadi Momentum Refleksi Bangsa Lewat Film

Langkah ini diambil untuk menghadirkan masa depan dunia kedokteran bagi masyarakat Indonesia.

Presiden Direktur Brawijaya Hospital Group, Devin Wirawan, menyampaikan bahwa peluncuran pusat layanan ini merupakan tonggak penting.

"Kami mengintegrasikan teknologi regeneratif tercanggih dengan satu misi, yaitu meningkatkan kualitas hidup pasien secara nyata melalui penyembuhan di tingkat seluler," ujarnya dalam konferensi pers Jumat (18/6/2026).

Terapi regeneratif ini menggunakan stem cell atau sel punca yang mampu memperbarui diri dan berkembang menjadi sel spesifik untuk memperbaiki jaringan rusak serta meredakan peradangan.

Selain itu, terdapat terapi secretome yang mengandung growth factor untuk proses pemulihan tubuh.

Manfaat di Bidang Estetika dan Ortopedi

Di bidang estetika, terapi berbasis sel punca dimanfaatkan untuk peremajaan wajah, mengatasi kebotakan atau alopecia, penyempurnaan kontur wajah, hingga terapi pendamping luka bakar.

Dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika, dr Tasya Anggrahita, SpBP-RE, Subsp EL, menjelaskan keunggulan metode ini.

"Dibandingkan terapi skin booster lain seperti salmon DNA, terapi berbasis stem cell menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif.

Ia bekerja dengan mendukung regenerasi jaringan dari dalam, memperbaiki kerusakan di tingkat sel, dan menghasilkan growth factor yang berperan dalam perbaikan dan peremajaan jaringan," jelasnya.

Selain untuk kecantikan, terapi regeneratif ini membuka peluang baru di bidang ortopedi untuk pasien cedera sendi dan jaringan tubuh.