Kayu manis, kunyit, lada hitam, cabai, dan oregano sering digunakan hanya untuk menambah cita rasa masakan.

Namun, di balik aroma dan rasanya, rempah-rempah ini menyimpan molekul yang mampu mengubah fungsi sel dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.

>>> Zee5 Alokasikan 15% Pendapatan Langganan untuk Pengembangan Sepak Bola Akar Rumput hingga 2034

Rempah-rempah kaya akan senyawa fenolik dan antioksidan. Molekul-molekul ini bekerja mengurangi stres oksidatif dan membantu sel melawan efek radikal bebas.

Kayu Manis: Menjinakkan Gula Darah dan Melindungi Tubuh

Tim dari UCLA Center for Human Nutrition meninjau studi dari 2010 hingga 2024, termasuk delapan uji klinis dan 12 studi in vitro.

Hasilnya dipublikasikan di Nutrition Reviews.

Beberapa studi menunjukkan kayu manis membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Ini penting karena gula darah tinggi yang terus-menerus menjadi pintu masuk berbagai penyakit metabolik, terutama diabetes.

Data ilmiah menunjukkan kayu manis memengaruhi hormon insulin dan glukagon setelah makan. Namun, beberapa peserta justru mengalami lonjakan gula darah sementara, menunjukkan efek metabolik yang kompleks.

Selain sifat antioksidannya, kayu manis juga melindungi hati dan otak, memodulasi komposisi mikrobioma usus, serta membantu melawan infeksi saluran pernapasan dan pencernaan.

Capsaicin dan Kurkumin: Panas, Perlindungan Kanker, dan Lainnya

Cabai mengandung capsaicin, sementara paprika manis mengandung dihydrocapsiate (DCT). Kedua senyawa ini meningkatkan termogenesis dengan mempercepat pemecahan lemak tubuh.

Studi pada manusia menunjukkan hasil beragam. Uji coba tahun 2010 menemukan DCT dari paprika merah meningkatkan pengeluaran energi setelah makan.

Namun, studi yang lebih baru tidak melihat efek signifikan DCT terhadap pengeluaran energi atau pembakaran lemak.

Studi tahun 2014 menemukan kombinasi arctigenin, EGCG dari teh, dan kurkumin dari kunyit memiliki efek antikanker sinergis pada sel kanker prostat dan payudara.