>>> Prabowo Instruksikan Kelanjutan Program Pertanian di Papua dengan Anggaran Rp5,5 Triliun

Kurkumin juga mendorong kematian sel kanker dan memperlambat proliferasinya.

Kunyit juga menunjukkan manfaat untuk kesehatan otak.

Studi tahun 2018 menunjukkan suplementasi kurkumin harian selama 18 bulan meningkatkan memori, perhatian, dan suasana hati pada orang dewasa yang lebih tua.

Penelitian lain menemukan kurkumin dapat meredakan nyeri lutut pada penderita osteoartritis dan menurunkan kolesterol LDL sambil meningkatkan kolesterol baik pada penderita sindrom metabolik.

Rempah-rempah, Mikroba, dan Dunia Tak Terlihat di Usus

Mikroorganisme di usus tidak hanya memakan serat, tetapi juga polifenol yang melimpah dalam rempah-rempah.

Studi laboratorium dan manusia menunjukkan campuran rempah seperti lada hitam, cabai rawit, kayu manis, jahe, oregano, rosemary, dan kunyit mendorong pertumbuhan bakteri baik (lactobacilli dan bifidobacteria) serta menghambat bakteri patogen.

Manfaat lain: menambahkan campuran rempah ke hidangan berbasis daging dapat menurunkan kadar malondialdehid, penanda peroksidasi lipid akibat stres oksidatif, dan meningkatkan fungsi pembuluh darah.

Oregano menonjol sebagai sumber antioksidan kuat, sementara piperin dari lada hitam meningkatkan efek kurkumin terhadap peroksidasi lemak.

Keterbatasan dan Kesimpulan

Meskipun efek kesehatan rempah-rempah tampak menjanjikan, diperlukan studi yang lebih ketat. Banyak studi yang ditinjau peneliti UCLA menggunakan dosis rempah lebih tinggi dari konsumsi normal.

Metode memasak, pencernaan, dan interaksi dengan makanan lain juga memengaruhi seberapa banyak senyawa yang diserap tubuh. Sementara itu, tidak ada salahnya menambahkan rempah setiap hari untuk cita rasa.

>>> Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen, Sektor Investasi Jadi Motor Utama

Paling baik, rempah meningkatkan kesehatan; paling buruk, Anda mendapatkan hidangan yang lezat.