JD Vance: Kekuatan Militer Bukan Solusi Semua Masalah Keamanan
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengkritik reaksi berlebihan di Israel terkait nota kesepahaman baru antara AS dan Iran.
Ia menekankan bahwa penggunaan kekuatan militer bukanlah solusi untuk semua masalah keamanan nasional.
>>> Alexis Ohanian Buka Suara soal Kehadirannya di Acara UFC Gedung Putih
Dalam wawancara dengan The New York Times, Vance menyebut kepanikan di Israel terasa aneh karena didasari ketidakpercayaan terhadap AS.
Padahal, menurutnya, Amerika telah mendapatkan kepercayaan dari kawasan tersebut.
Vance menegaskan bahwa Washington telah memberikan dukungan besar kepada Israel selama bertahun-tahun. Ia menilai anggapan bahwa kesepakatan dengan Iran adalah perjanjian buruk tidak didukung fakta.
"Kami telah melakukan banyak hal untuk entitas dan pemerintah tersebut.
Gagasan bahwa kami membuat kesepakatan yang buruk tidak didukung oleh fakta dan tidak masuk akal jika melihat panjangnya hubungan yang telah terjalin," ujarnya.
Vance mengakui bahwa sebagian besar kalangan politik dan masyarakat Israel sensitif terhadap kesepakatan tersebut. Kepanikan yang muncul, katanya, sebagian dipicu oleh informasi keliru mengenai isi perjanjian.
Ia juga menyinggung kritik dari Kepala Otoritas Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dan Kepala Otoritas Keuangan Bezalel Smotrich.
Vance merespons, "Anda adalah entitas dengan sembilan juta penduduk. Anda tidak bisa menyelesaikan setiap masalah keamanan nasional hanya dengan membunuh."
>>> BGN Tutup Operasional Seluruh SPPG Selama Libur Sekolah, Hemat Rp3 T
Menurut Vance, kesepakatan tersebut akan memberikan manfaat bagi seluruh kawasan Timur Tengah, termasuk Israel.
Ia menilai perjanjian itu telah mencapai salah satu tujuan utama AS, yaitu mengakhiri program nuklir Iran.
"Kami telah menghancurkan program nuklir mereka.
Kami telah membawa Iran ke titik di mana mereka menawarkan berbagai hal yang, apakah nantinya benar-benar dilaksanakan atau tidak, masih harus dilihat.
Namun enam bulan lalu, hal-hal itu bahkan hanya bisa dianggap sebagai impian," ujarnya.
Vance menambahkan bahwa proses negosiasi perlu diberi kesempatan berjalan. Ia menekankan pentingnya menilai tindakan Iran berdasarkan implementasi nyata, bukan hanya pernyataan.
"Mari kita biarkan proses negosiasi ini berjalan. Mari kita lihat apakah tindakan Iran benar-benar sesuai dengan apa yang mereka katakan.
>>> IEA: Krisis Hormuz Akan Ubah Peta Energi Dunia
Dan berikan sedikit penghargaan kepada Amerika Serikat, yang menurut saya telah menjadi mitra luar biasa bagi pemerintah Israel selama bertahun-tahun," kata Vance.
Update Terbaru
Iran: Pelayaran di Selat Hormuz Tetap Perlu Koordinasi dengan Teheran
Jumat / 19-06-2026, 01:32 WIB
Teboho Mokoena Dipastikan Absen Lawan Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 01:30 WIB
Tears on a Withered Flower Chapter 107: Jadwal Rilis, Spoiler, dan Cara Baca
Jumat / 19-06-2026, 01:29 WIB
Republik Ceko dan Afrika Selatan Imbang 1-1 di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 01:29 WIB
Uni Eropa Pertimbangkan Cabut Sanksi Nuklir Iran Jika Ada Kesepakatan
Jumat / 19-06-2026, 01:28 WIB
Pelatih Afrika Selatan Protes Sanksi Themba Zwane Jelang Lawan Ceko
Jumat / 19-06-2026, 01:25 WIB
Iran dan Kuwait Bahas Nota Kesepahaman Teheran-Washington
Jumat / 19-06-2026, 01:25 WIB
Iran dan Prancis Bahas Keamanan Navigasi di Selat Hormuz
Jumat / 19-06-2026, 01:24 WIB
Pria Florida Ditangkap karena DUI dengan 34 Kaleng White Claw Terbuka di Mobil
Jumat / 19-06-2026, 01:21 WIB
Pahami Doa Kurban Idul Adha dan Tata Cara Penyembelihan Sesuai Syariat
Jumat / 19-06-2026, 01:10 WIB
Jorge Martin Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Kecelakaan Tes MotoGP Catalunya
Jumat / 19-06-2026, 01:09 WIB
Luca Marini Bantu Johann Zarco Usai Kecelakaan Mengerikan di MotoGP Catalunya
Jumat / 19-06-2026, 01:09 WIB
Aldi Satya Mahendra Finis Keempat pada World Supersport Ceko
Jumat / 19-06-2026, 01:09 WIB
PKB Harap PDIP Bersikap Tegas soal Posisi Politik
Jumat / 19-06-2026, 01:09 WIB






