Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Jarrah Jaber Al-Ahmad Al-Sabah melakukan pembicaraan telepon pada Kamis (18/6).

Keduanya membahas nota kesepahaman yang baru ditandatangani antara Amerika Serikat dan Iran, perkembangan kawasan, serta hubungan bilateral.

in1

>>> Iran dan Prancis Bahas Keamanan Navigasi di Selat Hormuz

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran, Araghchi menjelaskan isi dan perkembangan terbaru terkait “Memorandum Islamabad” yang ditandatangani oleh Teheran dan Washington.

Araghchi kembali menegaskan komitmen Iran terhadap kebijakan bertetangga yang baik.

Ia menyampaikan harapan bahwa kesepakatan itu dapat berkontribusi dalam memulihkan perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Ia juga menekankan pentingnya melanjutkan dialog dengan negara-negara Teluk untuk meningkatkan kerja sama serta mengatasi berbagai kekhawatiran dan kesalahpahaman.

Kedua menteri bertukar pandangan mengenai sejumlah isu bilateral dan sepakat mengenai pentingnya mempertahankan konsultasi diplomatik terkait berbagai persoalan yang menjadi kepentingan bersama.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Kuwait menyebut Sheikh Jarrah berharap nota kesepahaman tersebut dapat membantu memperkuat stabilitas kawasan.

Ia juga berharap kesepakatan itu dapat menjamin keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz serta menyelesaikan berbagai persoalan yang belum terselesaikan melalui solusi berkelanjutan.

>>> Pahami Doa Kurban Idul Adha dan Tata Cara Penyembelihan Sesuai Syariat

Sheikh Jarrah menegaskan bahwa hubungan antarnegara harus didasarkan pada prinsip-prinsip hukum internasional dan tujuan yang tercantum dalam Piagam PBB.

Ia menekankan pentingnya menjunjung prinsip bertetangga yang baik, menghormati kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah setiap negara.

Ia juga menekankan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, menghindari penggunaan maupun ancaman penggunaan kekuatan, menyelesaikan sengketa secara damai, serta menghentikan dukungan terhadap kelompok proksi.