Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot melakukan pembicaraan telepon mengenai isu pelayaran di Selat Hormuz.

Pembicaraan tersebut diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Iran pada Kamis (18/6).

in1

>>> Pahami Doa Kurban Idul Adha dan Tata Cara Penyembelihan Sesuai Syariat

Diskusi ini muncul setelah adanya laporan bahwa Prancis tengah mempersiapkan misi bersama dengan Inggris untuk membersihkan ranjau di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Iran telah menyatakan tidak memerlukan bantuan dari negara di luar kawasan untuk memulihkan pelayaran di jalur strategis tersebut.

Dalam pernyataan resmi, kedua pihak menekankan pentingnya navigasi yang aman dan sesuai hukum internasional di Selat Hormuz.

Mereka juga menyatakan perlunya menjamin keamanan dan stabilitas jalur strategis ini bagi perdamaian dan perdagangan internasional.

>>> Jorge Martin Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Kecelakaan Tes MotoGP Catalunya

Latar Belakang Kesepakatan Iran-AS

Pada 18 Juni dini hari, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman secara jarak jauh yang mengatur penghentian konflik militer sejak 28 Februari.

Nota kesepahaman itu juga menetapkan jadwal pencabutan blokade angkatan laut AS serta pemulihan aktivitas pelayaran Iran di Selat Hormuz.

Iran berkomitmen untuk tidak membuat senjata nuklir, sementara masalah program nuklir Iran akan dibahas dalam perjanjian terpisah.

Kedua negara diperkirakan akan menggelar perundingan mengenai isu tersebut dalam 60 hari ke depan.

>>> Luca Marini Bantu Johann Zarco Usai Kecelakaan Mengerikan di MotoGP Catalunya

Bagi Teheran, hasil yang diharapkan dari proses tersebut adalah pencabutan sanksi yang selama ini diberlakukan terhadap Iran.