Pemerintah memastikan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit petani akan kembali normal pada pekan depan.

Hal ini disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Istana Kepresidenan, Kamis (18/6/2026).

in1

>>> Toyota Tolak Beralih Penuh ke Mobil Listrik demi Pekerja

Menurut Amran, mayoritas harga komoditas sawit sudah mulai stabil. Dari total 1.900 perusahaan sawit, hanya sekitar 100 perusahaan yang belum menyesuaikan harga pembelian.

"Jadi yang masih belum itu kurang lebih 100, kurang lebih 5%-10% yang belum normal," kata Amran.

Penurunan harga TBS dinilai janggal karena terjadi saat harga minyak sawit mentah (CPO) global justru menguat.

"Harga CPO dunia naik, dolar menguat kurang lebih sepuluh persen, harga CPO naik, tetapi harga TBS turun. Ini tidak masuk akal," tegas Amran.

Pemerintah mengimbau pelaku usaha sawit untuk tidak memanipulasi harga demi melindungi kesejahteraan petani. "Tapi yakin, satu minggu ke depan itu sudah pulih kembali," ujar Amran.

>>> Wuyang Honda Luncurkan Skutik Petualang HooRide 125 di China

Sementara itu, Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Sabarudin mencatat adanya pergerakan positif harga, meski belum ideal.

"Nah di petani saat ini ada yang Rp 2.900-an, ada yang Rp 3.000-an, ada yang Rp 2.700-an, ada yang Rp 3.000 an lebih juga.

Kita harap ini terus naik," jelasnya di Kantor Kementan, Senin (8/6/2026).

Asosiasi petani mengidentifikasi bahwa kebijakan baru sistem ekspor satu pintu oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjadi salah satu pemicu dinamika harga.

>>> Gibran Ajak Generasi Muda Kuasai AI untuk Indonesia Emas 2045

"Jadi kita saat ini fokus itu bagaimana kembali normal seperti sebelum penetapan kebijakan ekspor satu pintu," terang Sabarudin.