Pemerintah Kabupaten Karawang mendorong pemanfaatan peluang bisnis produk turunan sawit bagi para pelaku usaha lokal. Langkah ini diambil meskipun Karawang bukan daerah penghasil sawit.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, H. Dindin Rachmadhy, menyatakan banyak peluang yang bisa dikembangkan dari produk turunan sawit.

in1

>>> Karina Ranau Laporkan Pria yang Dorongnya Hingga Jatuh ke Polisi

Sektor kuliner menjadi penyerap terbesar, mencapai sekitar 70 persen dari total pelaku usaha.

Pengembangan industri ini didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) melalui program hilirisasi.

Sektor hilir telah menghasilkan berbagai produk bernilai tambah tinggi yang ramah bagi pelaku usaha kecil.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, berharap muncul wirausaha muda baru yang mampu mengembangkan produk sawit hingga menembus pasar ekspor.

BPDP juga menyediakan program beasiswa sawit untuk 5.000 mahasiswa dan membuka akses inspirasi dari 100 UMKM berbasis produk turunan sawit.

>>> Biaya Tol dan Isi Daya Jaecoo J5 EV Rute Jakarta-Yogyakarta Capai Rp 812.250

Edukasi mengenai fungsi komoditas ini terus digencarkan melalui workshop interaktif.

Ketua pelaksana kegiatan, Qayuum Amri, mengatakan workshop bertujuan mengubah persepsi generasi muda terhadap sawit yang selama ini dianggap terbatas pada minyak goreng.

Praktisi inovasi sawit, dr. Irdawati Novita, menjelaskan bahwa inovasi sektor hilir telah melahirkan produk bernilai ekonomi tinggi.

Produk turunan tersebut meliputi perawatan kulit, penumbuh rambut, salep, hingga krayon berbasis sawit.

Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan UKM Karawang, Leoni Wisnuwardhani, mencatat jumlah UMKM di Karawang melonjak tajam dari sekitar 99 ribu menjadi lebih dari 311 ribu pelaku usaha.

>>> BXSea Oceanarium Luncurkan Eksibisi Kuda Laut Hasil Kemitraan Jepang

Pertumbuhan ini seiring dengan penguatan pelatihan dan pendampingan usaha oleh pemerintah daerah.