Nasi uduk merupakan salah satu kuliner legendaris yang sangat populer di Jakarta. Hidangan khas Betawi ini biasanya menjadi menu sarapan utama yang dijajakan oleh warga asli setempat.

Campuran santan dan kombinasi rempah pilihan menghasilkan cita rasa nasi yang gurih. Kuliner ini juga identik dengan aroma harum yang memikat selera.

in1

>>> Ratusan Calon Dokter Terancam Drop Out Akibat Batas Masa Studi

Di balik kelezatannya, nasi uduk menyimpan sejarah menarik. Berdasarkan informasi dari Detik Food, hidangan ini memiliki beberapa fakta unik mulai dari asal-usul hingga karakteristiknya.

Sejarah dan Asal-usul Nasi Uduk

Kuliner ini lahir di tanah Batavia melalui perpaduan budaya Jawa dan Melayu yang diperkirakan muncul sejak abad ke-14 atau sekitar tahun 1628.

Pertemuan masyarakat kedua suku tersebut memicu penggabungan antara konsep nasi lemak dan sego gurih.

Penjelasan ini tercantum dalam buku "Kuliner Betawi Selaksa Rasa & Cerita" karya Shinta Tevinim.

Asal-usul lain menyebutkan bahwa Sultan Agung dari Mataram menyukai nasi Arab, lalu menciptakan versi lokal dari hidangan tersebut.

Penamaan nasi uduk memiliki beragam versi di masyarakat. Istilah uduk kerap dikaitkan dengan makna "susah" karena dahulu menjadi makanan rakyat jelata.

Versi lain mengaitkannya dengan kata "tawadhu" yang berarti rendah hati kepada Sang Pencipta.

Sementara dalam serapan bahasa Jawa, nama ini berasal dari kata "wuduk" yang berarti sego gurih.

>>> Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Kilang Minyak dan Bandara Moskow

Karakteristik Autentik Nasi Uduk

Eksistensi kuliner tradisional ini tetap terjaga hingga kini dan menyebar ke berbagai daerah.

Penjualnya tidak lagi terbatas pada warga asli Betawi, tetapi juga merambah ke warung tenda khas Lamongan.